Home  / Nasional
Kepala BKPM Buka Dampak Buruk Ekonomi RI Bergantung ke China
Senin, 13 Juli 2020 | 14:15:11
(Setkab.go.id/Jay).
BKPM meminta pemerintah mengevaluasi ketergantungan ekonomi terhadap China.
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyoroti tingginya ketergantungan perekonomian Indonesia terhadap China, termasuk dalam hal investasi.

Ia berharap ketergantungan tersebut segera dievaluasi. Pasalnya, ketergantungan tersebut berdampak buruk pada Indonesia.

Ketergantungan tersebut membuat ekonomi Indonesia rapuh. Ketika China lesu, ekonomi dalam negeri ikut melambat.

"Kami lihat kalau di China pertumbuhan ekonominya turun 1 persen itu berdampak 0,3 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Bahlil dalam webinar yang digelar INDEF, Senin (13/7).

Di sisi lain, tingginya investasi China ke Indonesia juga mempengaruhi realisasi investasi di kuartal pertama 2020.

BKPM mencatat total realisasi investasi pada Januari-Maret lalu mencapai Rp210 triliun. Dari total investasi itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp98 triliun (46,5 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp112,7 triliun (53,5 persen).

"Kenapa PMA lebih sedikit dari PMDN? Kita tahu bahwa kuartal pertama konsolidasi perusahaan PMA baru kerja. Kedua untuk pengiriman barang China belum mengizinkan sehingga realisasinya lambat," tuturnya.

Bahlil berpandangan pandemi Covid-19 perlu mendorong pemerintah untuk menciptakan strategi serta mengevaluasi diri agar tak terlalu ketergantungan dengan Negeri Tirai Bambu.

"Saya tidak tahu awal mulanya kenapa kita ketergantungan seperti ini. Covid ini juga membawa berkah supaya kita mengevaluasi diri bahwa sebaik-baiknya sebuah negara tidak boleh tergantung juga pada negara lain," imbuh Bahlil.

Bahlil menambahkan selain mengevaluasi ketergantungan terhadap China, Indonesia juga perlu menjaga hubungan baik dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

"Posisi Indonesia cenderung bergantung ke China. Tetapi mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Jepang juga penting," tandasnya.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jaksa Agung Cabut Surat Pedoman Pemeriksaan Jaksa
Bersempena HUT RI Ke 75, Polsek Tenayan Raya Berikan Bendera Merah Putih dan Sembako ke Warga Pinggiran Sungai Siak
Konflik Belum Usai! Anak Eka Tjipta Gugat Harta Warisan Lagi
Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus PB FORKI
Komando Operasi Khusus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter