Home  / Nasional
Kapolri Idham Azis: Barbuk Narkoba Bisa Goyang Iman Polisi
Kamis, 2 Juli 2020 | 23:05:00
(Foto: Divhumas Polri).
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis meminta Polda Metro Jaya segera memusnahkan barang bukti (barbuk) narkoba setiap kali melakukan penangkapan. Pemusnahan sesegera mungkin itu penting untuk menghindari penegak hukum tersandung penyalahgunaan barang bukti tersebut.

"Karena bahaya narkoba itu bisa datang dari dua sisi. Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah, pegang segenggam bisa melihara," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2020).

Idham juga memperingatkan direktorat reserse narkoba di setiap polda di seluruh Indonesia maupun di polres untuk memastikan barang bukti tidak digunakan anggota. Terkait itu, anggota polisi pun harus menjalani tes urine.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga mengingatkan, komandan harus punya tanggung jawab moral untuk membina dan membimbing anggotanya. Sebab, Korps Bhayangkara merupakan garda terdepan untuk memerangi narkoba.

Menurut Idham, polisi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Tidak pantas pemberantas narkoba malah menjadi pengguna. Kendati demikian dia mengakui tak semua polisi bebas dari pengaruh narkoba.

"Memang memperbaiki polisi ini tidak semudah membalikkan tangan," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Polda Metro Jaya memusnahkan barang bukti narkoba berupa 1,2 ton sabu-sabu, 35.000 butir ekstasi dan 410 kilogram ganja. Seluruh barang bukti ini berasal dari sindikat narkotika jaringan internasional bermodus impor kurma ke Indonesia.

Kasus ini merupakan pengungkapan Satgasus Polri dari jaringan Iran-Timur Tengah di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat. Ada tujuh tersangka dalam kasus ini, tiga di antaranya merupakan warga negara Iran serta seorang lain warga negara Pakistan.

Kabareskrim Polri Listyo Sigit mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi menangkap tersangka yang bekerja sebagai nelayan. Dalam pengembangan kasus diketahui dia merupakan bagian sindikat narkotika yang mendirikan perusahaan impor buah kurma.

"Sindikat narkotika internasional ini membuat PT AMS. Perusahaan ini sengaja dibuat impor buah kurma dan pinang sebagai salah satu sarana mereka untuk melakukan pencucian uang," ucap Listyo.

Jaringan ini memasukan narkotika melalui jalur laut. Pada 29 Januari 2020, sindikat ini sudah berhasil memasukan 140 bungkus sabu-sabu ke Indonesia dan berhasil diedarkan.

"Tersangka kembali memesan narkotika jenis sabu sejumlah 404 bungkus yang ditransaksikan melalui Samudera Hindia dan berhasil diamankan," kata Listyo.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Amankan Aksi Balap Liar, Polisi Angkut 56 Sepeda Motor
Polisi di Inhu Menyusuri Hutan Belantara Antar Bendera Merah-Putih Ke Suku Pedalaman
Bekuk Dua Kurir Narkoba, Polisi Sita 176,25 Gram Sabu dan 731 Butir Pil Ekstasi
Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan Terkait Obat Corona
Efek Narkoba Pada Otak: Dari Kebutaan Sampai Kerusakan Saraf

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter