Home  / Nasional
RS Soetomo Bantah Pernyataan Risma soal Tolak APD
Senin, 29 Juni 2020 | 23:28:33
(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan).
SURABAYA - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya, dr. Joni Wahyuhadi mengaku tak pernah mendapatkan konfirmasi dari Pemerintah Kota Surabaya, terkait pemberian bantuan alat pelindung diri (APD).

"Pemkot [Surabaya] enggak nanya ke saya, yang penting prinsip Soetomo kalau masih ada akan kami manfaatkan. Ndak, ndak, ndak, ndak hubungi saya," kata Joni, di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6)

Joni juga menampik pernyataan Risma yang menyebut bahwa RSUD dr Soetomo telah menolak bantuan APD dari Pemkot Surabaya. Menurutnya masih banyak rumah sakit lain yang lebih membutuhkan.

Ia menyebutkan Soetomo telah banyak mendapatkan bantuan APD dari pelbagai pihak. Maka bantuan pemkot itu pun sebaiknya dialihkan ke RS darurat atau RS non rujukan. 

"Kami berpikiran Soetomo dapat bantuan banyak dari provinsi, donatur, Kemenkes, dan yang kita anggarkan. Kita pikirkan kawan di RS darurat yang bukan rujukan, kasihan RS darurat itu dia harus diperhatikan APDnya," ujarnya. 

"Kami serakah kalau semua kami ambil, selama kami cukup ya kami manfaatkan, kalau gak cukup siapapun yang mau bantu kita pakai. Ini kita masih ada puluhan ribu APD," kata Joni.

Sebelumnya, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mata Risma bahkan nampak memerah dan menangis.

Hal itu terjadi saat ia mendengarkan keluhan dokter-dokter yang ada di rumah sakit rujukan di Surabaya, salah satunya Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono, di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6).

"Mohon maaf Pak Sudarsono, saya memang goblok, nggak pantas saya jadi Wali Kota Surabaya," ujar Risma sembari bersujud. 

Sebelum bersujud, Risma juga sempat mengeluhkan mengapa dirinya tak bisa berkomunikasi langsung dengan rumah sakit milik Pemprov Jatim itu.

"Kami tidak terima. Karena kami gak bisa masuk kesana [RSUD dr Soetomo untuk komunikasi)," ujarnya. 

Bahkan, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu mengatakan bantuan alat pelindung diri (APD) yang dikirimkan pihaknya untuk Soetomo, juga ditolak. 

"Saya itu ngasih APD ke RSUD dr Soetomo, juga ditolak. Ada buktinya penolakan," kata Risma.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Aktif Bantu Satgas, 12 Dosen Unhas Positif Covid-19
1.262 Orang Positif Covid-19 di Secapa AD, 17 Diisolasi di RS Dustira Cimahi
Virus Corona Menyebar Lewat Udara, Ini Cara Agar Tetap Aman
Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas 754 Kostrad Tegakkan Protokol Kesehatan di Kiliarma
Ambil Swab Untuk Syarat Masuk Kerja, Warga Bengkalis Positif Covid-19

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter