Home  / Nasional
Indonesia Kembali Minta Kuota Haji Ditambah, Ini Respons Arab Saudi
Sabtu, 27 Juni 2020 | 21:20:26
(Foto: ilustrasi/AFP).
Pemerintah Indonesia berharap Arab Saudi menambah kuota haji bagi jamaah RI pada tahun depan.
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali berharap Arab Saudi menambah kuota haji bagi jamaah RI. Penambahan itu agar antrean atau masa tunggu berangkat ibadah haji yang kini dapat mencapai 40 tahun dapat diperpendek.

Harapan itu disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi ketika menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi di kantor Kementerian Agama. Fachrul menyampaikan, semangat orang Indonesia untuk beribadah haji sungguh luar biasa.

"Daftar tunggu di Indonesia ada yang sampai 40 tahun. Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan kuota haji untuk Indonesia," kata Menag, dikutip Sabtu (27/6/2020).

Untuk diketahui, kuota haji Indonesia pada 2020 mencapai 231.000 jamaah. Namun, Indonesia tahun ini memutuskan untuk tidak memberangkatkan haji berkaitan dengan terjadinya pandemi Covid-19.

Di sisi lain Pemerintah Saudi juga memutuskan jamaah haji tahun ini hanya dibatasi sekitar 1.000 orang. Jamah ini pun diprioritaskan bagi orang yang telah berada di Saudi.

Terhadap permintaan Indonesia, Dubes Essam mendoakan apa yang disampaikan Menag bisa terlaksana. Menurut dia, Saudi tengah mencanangkan Visi 2030.

Salah satu program dalam visi tersebut yakni meningkatkan kapasitas kuota jemaah haji dari luar negeri hingga mencapai lima juta jamaah. Saat ini, setiap penyelenggaraan ibadah haji, jemaah yang datang ke Makkah dan Madinah berkisar 2,5 juta.

"Mudah-mudahan yang diharapkan bisa terlaksana, mengingat ada visi 2030 yang dicanangkan. Saudi berharap ada lima juta jemaah luar negeri yang bisa beribadah haji di masa-masa mendatang," ujar Essam.

Menurut dia, jika penambahan kapasitas jamaah haji itu terwujud, kuota jamaah asal Indonesia pun diharapkan dapat meningkat.

Dalam kesempatan itu, Essam juga menyampaikan apresiasi kepada Menag atas dukungan Indonesia terhadap kebijakan pembatasan jemaha haji 1441H/2020M. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, kebijakan tersebut diambil karena alasan menjaga keselamatan jemaah.

"Indonesia telah lebih dulu mengumumkan untuk membatalkan kebarangkatan jemaah haji. Saat ini, kita apresiasi Indonesia dan Menag karena yang pertama mendukung keputusan Saudi dalam membatasi haji," kata dia

Essam menegaskan, apresiasi ini disampaikan otoritas tertinggi di Saudi kepada Indonesia, terutama Menag yang terkait dengan urusan keagamaan di Indonesia.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kemenag Siak Lauching 4 Item Inovasi Layanan Haji dan Umroh
Subsidi Kuota Internet Belajar Mulai Dikirim ke Siswa Besok
Tahun Depan, Pemprov Riau Bakal Tambah Modal untuk BRK dan Jamkrida
Satgas Yonif 125 Gandeng Mahasiswa Unmus Merauke Berikan Pelajaran Tambahan Kepada Anak-Anak Perbatasan
Suami Tak Kerja Gara-Gara Covid-19, Banyak Istri di Indramayu Minta Cerai

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter