Home  / Nasional
RI Andalkan UNCLOS Hadapi Klaim China di Laut China Selatan
Selasa, 9 Juni 2020 | 18:32:06
(Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Indonesia mengandalkan UNCLOS untuk menghadapi klaim China di Laut China Selatan.
JAKARTA - Indonesia mengandalkan norma internasional yang tertuang dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) untuk menghadapi setiap pihak asing yang ingin mengusik kedaulatan negara, termasuk dalam menghadapi klaim China di Laut China Selatan.

"Indonesia meyakini bahwa hukum internasional dan UNCLOS berada di pihaknya (kami). Norma ini menjadi sandaran Indonesia dalam menghadapi upaya pihak asing mana pun yang mengusik kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia," kata Faizasyah kepada CNNIndonesia.com pada Senin (8/6).

Pernyataan itu diutarakan Faizasyah ketika ditanya apakah posisi Indonesia kian tertekan dengan tindakan China yang semakin agresif dalam memperkuat klaim sepihaknya terhadap hampir 90 persen wilayah di Laut China Selatan.

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik terutama setelah China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah perairan itu. Klaim historis Beijing itu bertabrakan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan hingga Taiwan.

Indonesia tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. Namun, belakangan aktivitas Beijing di dekat perairan Natuna kian mengkhawatirkan Jakarta.

Sekitar Desember 2019 hingga awal Januari lalu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memergoki puluhan kapal ikan China yang dikawal dengan kapal penjaga pantai dan kapal fregat pemerintah Tiongkok menerobos masuk wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna. 

Selain menerobos, kapal-kapal China itu juga turut mengambil ikan di wilayah ZEE Indonesia. 

Bakamla RI sempat melakukan pengusiran terhadap kapal-kapal China itu. Kendati sempat menjauh, kapal-kapal tersebut kembali memasuki perairan Indonesia dan bertahan di sana untuk beberapa waktu.

RI telah melayangkan nota protes terhadap China, namun Beijing mementahkan dengan menyatakan bahwa negaranya memiliki hak historis dan berdaulat atas perairan di sekitar Kepulauan Nansha di Laut China Selatan, yang dianggap Jakarta masih masuk wilayah ZEE Indonesia.

Presiden Joko Widodo bahkan sempat mengerahkan TNI termasuk beberapa jet F-16 dan kapal Angkatan Laut untuk mengamankan perairan Natuna.

Sejumlah pengamat menganggap pengerahan kapal-kapal China dengan kawalan kapal militer dan penjaga pantai merupakan cara baru pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk memperkuat klaimnya terhadap Laut China Selatan.

China bahkan dikabarkan telah mempersiapkan armada kapal penjaga pantai dan kapal penangkap ikan yang dapat dikerahkan ke Laut China Selatan kapan saja untuk mengganggu kapal-kapal negara lain yang berlayar di daerah tersebut.

Taktik baru China ini dinilai semakin menekan negara-negara di Asia Tenggara terutama Indonesia dan Malaysia.

Jurus baru China ini bahkan dinilai bisa menyulut konflik antara China dengan Indonesia dan Malaysia, dua negara besar di kawasan tersebut. 

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pertanda Apa Ini? Bomber China Wara-wiri Laut China Selatan
AS Bakal Membalas Jika Bentrok dengan China di LCS
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 413 Kostrad Berikan Pengobatan Gratis dan Kelambu Disinfektan
IDI Aceh Catat 60 Tenaga Medis Terinfeksi Covid-19
Dua WNI Buronan Kelas Kakap Polri Ditangkap di AS

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter