Home  / Nasional
Utang Jatuh Tempo PLN Capai Rp35 Triliun Tahun Ini
Rabu, 22 April 2020 | 20:45:56
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan total utang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp35 triliun.
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan total utang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp35 triliun. Namun, manajemen mengaku keuangan perusahaan memburuk karena permintaan listrik turun di tengah penyebaran virus corona.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menuturkan pihaknya kini sedang mengajukan pelonggaran pembayaran utang kepada sejumlah bank. Harapannya, PLN dapat membayar pokok utang lebih lama dari waktu yang seharusnya.

"Kami ada utang jatuh tempo tahun ini, kami minta kepada bank untuk me-reprofiling ke tahun berikutnya," ujar Zulkifli dalam video conference, Rabu (22/4).

Selain itu, perusahaan juga sedang mengkaji transaksi repo obligasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI). Hal ini dilakukan guna menambah likuiditas perusahaan, sehingga bisa membayar kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu dekat.

"Kami saat ini memang sedang dalam pembicaraan dengan Kementerian Keuangan dan BI soal bond (obligasi)," kata Zulkifli.

Sebelumnya, dia bilang mayoritas utang PLN berdenominasi valuta asing (valas). Dengan demikian, pergerakan nilai tukar rupiah amat berpengaruh terhadap total utang perusahaan pelat merah tersebut.

Menurut Zulkifli, setiap pelemahan Rp1.000 per dolar AS, beban utang perusahaan meningkat Rp9 triliun. Artinya, fluktuasi rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir berpotensi mengerek beban utang PLN.

Zulkifli mengungkapkan besarnya porsi utang valas terjadi karena kemampuan pembiayaan bank domestik terbatas. Sementara, PLN membutuhkan modal yang besar untuk membangun proyek ketenagalistrikan. Sebagai gambaran, untuk merealisasikan megaproyek 35 ribu MW, perseroan setidaknya membutuhkan Rp1.000 triliun.

Namun, manajemen berusaha memitigasi risiko pelemahan nilai tukar semaksimal mungkin dengan melibatkan bank domestik. Misalnya, dengan melakukan lindung nilai (hedging).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan PLN pada kuartal III 2019, total utang perseroan mencapai Rp615,1 triliun atau meningkat 8,8 persen dari posisi tahun sebelumnya, Rp565,1 triliun.


(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Masih Butuh Rp 900 T, Kemenkeu Terbitkan Global Bond Lagi?
Naik Rp694 Triliun, Utang Pemerintah Tembus Rp5.264 Triliun
Bukan Negara Miskin, Utang Luar Negeri RI Tak Ditangguhkan
Korsel Belum Bayar Utang, Iran Ancam ke Jalur Hukum
Naik Terus, Utang Luar Negeri RI Hampir Rp 6.000 T

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter