Home  / Nasional
Yasonna: Hanya Orang Tumpul Rasa Kemanusiaan Tak Terima Pembebasan Napi
Senin, 6 April 2020 | 10:00:28
(Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/6). Raker membahas pendahuluan RKA-KL dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Hukum dan HAM tahun 2020.
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang tidak mau membebaskan narapidana (napi) dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan kondisi kelebihan kapasitas di tengah pandemi virus corona Covid-19.

"Saya mengatakan, hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua Pancasila yang tidak menerima pembebasan napi di lapas `over` kapasitas," kata Yasonna melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Dilansir Antara, pernyataan Yasonna itu merespons sejumlah pihak yang tidak seruju terhadap rencana pemerintah untuk membebaskan narapidana di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Yasonna sendiri sudah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 pada 30 Maret 2020.

Kebijakan itu juga diklaim dapat menghemat anggaran negara untuk kebutuhan warga binaan pemasyarakatan hingga Rp 260 miliar.

"Ini sesuai anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM, dan sub-komite PBB Anti-Penyiksaan," ungkap Yasonna.

Bahkan, menurut Yasonna, kritik tersebut lebih banyak berimajinasi dan memprovokasi. "Yang tidak enak itu, ada yang tanpa fakta, tanpa data, langsung berimajinasi, memprovokasi, dan berhalusinasi membuat komentar di media sosial," katanya.

Menurut ppolitikus senior PDIP itu, negara-negara di dunia juga telah merespons imbauan PBB tersebut, contohnya Iran membebaskan 95 ribu orang termasuk mengampuni 10 ribu tahanan dan Brazil membebaskan 34 ribu narapidana.

"Sekedar untuk tahu kondisi lapas penghuni laki-laki dan penghuni perempuan, `it's against humanity`," tegas Yasonna.

(liputan6.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
PBB: Napi Wanita Korut Disiksa & Diperkosa Petugas Keamanan
Tak Tobat, Napi Asimilasi Kasus Jambret Ditangkap Lagi karena Kasus yang Sama
Demo Bebaskan 7 Tapol Papua, Serentak di Berbagai Daerah
Polri Kembali Tangkap 135 Napi yang Keluar karena Program Asimilasi Covid-19
Lebaran 2020, 3.727 Napi di Riau Dapat Remisi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter