Home  / Nasional
Kematian Corona di RI Tinggi, Lebih Banyak dari yang Sembuh
Kamis, 26 Maret 2020 | 08:26:32
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Ilustrasi penanganan virus corona di Indonesia.
JAKARTA - Data terbaru penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga kemarin mencatat ada 790 orang terinfeksi. Sebanyak 58 di antaranya meninggal sementara yang sembuh baru 31 orang.

Secara persentase ada 7,34 persen pasien corona meninggal. Ini membuat persentase angka kematian akibat corona di Indonesia jadi paling tinggi di Asia Tenggara atau rata-rata angka kematian secara global. Indonesia hanya kalah dari Italia.

Angka kematian di Indonesia lebih tinggi dibandingkan angka kematian secara global. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) per Rabu (25/2). Angka kematian berada di angka 18.440 dari total 414.179 kasus (4,45 persen) secara global.

Dalam catatan CNNIndonesia.com, angka kematian di Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan angka kematian rata-rata di Asia Tenggara. Dari 2.344 kasus terkonfirmasi, angka kematian berada di 72 kasus, atau setara 3,07 persen.

Angka kematian tertinggi masih dicatat oleh Italia dengan angka 6.077 kematian dari 63.927 kasus corona atau sekitar 9,51 persen.

Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Sebelumnya, Peneliti Bidang Mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra mengatakan jumlah penderita bisa jadi lebih tinggi karena belum diketahui secara pasti orang yang terinfeksi virus corona.

Sugiyono mengatakan banyak kasus corona yang belum menimbulkan gejala atau tanpa gejala (presimtomatik dan asimtomatik) atau memiliki gejala ringan yang tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi.

"Angka tersebut adalah angka perkiraan, yang mengartikan bahwa sebetulnya pada kondisi yang sebenarnya, bisa jadi jumlah penderita yang sebenarnya lebih banyak dan bisa jadi pula kasus kematian yang disebabkan oleh Covid-19 saja jumlahnya lebih sedikit," kata Sugiyono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

Sugiyono menyarankan pemerintah melakukan pengujian masif yang menjangkau banyak orang, seperti yang dilakukan Korea Selatan, Jerman dan Amerika Serikat. Seperti diketahui, dalam lansiran yang disampaikan Kemenkes RI, total spesimen yang baru dites oleh Kemenkes hanya sebanyak 3.332 spesimen.

Seperti diketahui, dalam beberapa terakhir ini telah ada 125 ribu alat tes cepat (rapid test) yang telah didistribusikan ke 34 provinsi.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut yang masuk prioritas untuk tes adalah orang yang sempat melakukan kontak dengan kasus positif, kemudian petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Jika alat tes cepat yang datang kembali sudah cukup banyak, ia menyebut tes akan dilakukan berbasis kewilayahan.

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Positif Corona, Dokter Klub Liga Prancis Bunuh Diri
Seekor Harimau di Kebun Binatang AS Positif Terinfeksi Corona
Lansia Pasien COVID-19 Sembuh Total, Kuncinya Sholat dan Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Trump Prediksi Banyak Kematian Dua Pekan ke Depan
Masker Kain Diklaim Mampu Tangkal Virus 70 Persen

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad