Home  / Nasional
Kemhub Respons Keinginan Pemda Tutup Penerbangan saat Corona
Kamis, 26 Maret 2020 | 07:12:54
(Istockphoto/guvendemir)
Ilustrasi.
JAKARTA - Kementerian Perhubungan buka suara mengenai keinginan sejumlah pemerintah daerah untuk menutup penerbangan guna mencegah penyebaran virus corona.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, Novie Riyanto, mengatakan bahwa keinginan itu bisa saja terwujud, tapi harus ada koordinasi terlebih dulu.

"Apabila akan dilakukan penutupan ataupun larangan bagi penerbangan angkutan udara niaga maupun angkutan udara bukan niaga yang mengangkut penumpang untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, hal itu pada prinsipnya dapat dilakukan," kata Novie melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (25/3).

Pernyataan itu berlanjut, "Namun demikian, perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelum diberlakukan."

Dalam siaran pers tersebut, Novie juga menjabarkan sejumlah faktor yang harus diperhatikan saat membicarakan keinginan untuk menutup penerbangan ini.

Pertama, penutupan bandar udara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Oleh karenanya, penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi," katanya.

Kedua, bandara merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tapi juga angkutan kargo, logistik dan pos. Layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, bandara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional.

Bandara juga melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk mengangkut sampel untuk tes Covid-19.

"Keempat, pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup mengingat layanan navigasi penerbangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandar udara setempat, tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya," kata Novie.

Novie memastikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi intensif bersama pemda setempat dan seluruh pemangku kepentingan sehingga maksud pemerintah daerah tersebut dapat terpenuhi dengan risiko minimal.

"Saya berharap dengan koordinasi dan komunikasi yang terus kami lakukan, maka semua maksud baik kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dapat diatasi dengan baik ," tutur Novie. 

(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Taiwan Dipuji Bantu Negara Asing Atasi Corona, China Marah
Kemenag Pekanbaru Tutup Sementara Layanan Pernikahan
Mayat-mayat Korban Corona di Jalanan, Kota di Ekuador Krisis Peti Mati
Organisasi di Inggris: China Harus Dituntut Rp64.744 Triliun karena Corona
118 Tenaga Medis DKI Jakarta Terpapar Corona

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad