Home  / Nasional
BNPB soal Antrean Warga: Wisma Atlet Bukan Tempat Tes Corona
Selasa, 24 Maret 2020 | 09:06:45
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). JAKARTA - BNPB menegaskan keberadaan RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran terbatas untuk menangani pasien positif virus corona (Covid-19), bukan tempat periksa tes swab atau rapid test.

Hal itu disampaikan Kapusdatin BNPB, Agus Wibowo merespons banyaknya warga yang mengantre berjam-jam tanpa kejelasan di depan Wisma Atlet untuk melakukan tes swab corona.

"Bukan buat orang datang memeriksa [swab atau rapid tes] gitu. Masyarakat juga pada enggak mengerti atau gimana saya enggak tau," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/3).

Agus menyatakan bahwa Wisma Atlet hanya difungsikan sebagai tempat rujukan bagi pasien positif corona yang memiliki klasifikasi kondisi sedang hingga berat.

"Kan skenario awalnya memang begitu," kata Agus menegaskan.

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Agus menjelaskan bahwa tempat yang diberikan kewenangan untuk melakukan tes swab dan rapid tes virus corona hanya ada di RS rujukan dan petugas puskesmas yang sudah ditunjuk oleh masing-masing pemerintah daerah.

"Ya jadi Wisma Atlet itu [buat pasien positif] kalau dirujuk masuk situ, rujuk masuk situ, gitu lho. Jadi bukan buat orang ngantre [tes swab]," kata dia.

Agus lantas mengimbau bagi masyarakat bahwa yang berwenang melakukan tes swab dan rapid tes virus corona adalah petugas dari dinas kesehatan masing-masing daerah dan kementerian kesehatan.

Ia juga menyatakan bahwa tak semua masyarakat bisa melakukan tes tersebut. Sebab, Kementerian Kesehatan sendiri sudah memiliki daftar prioritas tersendiri siapa yang harus diperiksa melalui rangkaian tes swab tersebut.

"Enggak bisa bilang 'saya mau datang periksa". nah itu saya sarankan datang ke RS yg melayani pemeriksaan. Biasanya bayar gitu," kata Agus. (CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kadiskes Riau: Rapid Test Provinsi Riau Capai 15.941 dengan 221 Reaktif
Bak Mukjizat, Bayi Positif Corona Terbangun usai Koma 32 Hari
Jelang New Normal Covid-19, MUI Minta Pemerintah Perbanyak Tempat Salat Jumat
Muhadjir Ungkap Alasan Kartu Prakerja Tak Bisa Jadi Bansos
Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad