Home  / Nasional
KPK: Harun Masiku Tak Main Medsos dan HP Jadi Sulit Ditemukan
Kamis, 20 Februari 2020 | 06:13:40
(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jubir KPK Ali Fikri mengatakan Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman sulit ditemukan karena tak pakai ponsel
JAKARTA - Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya sulit menemukan keberadaan buronan Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman lantaran mereka tak menggunakan telepon seluler.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap PAW anggota DPR fraksi PDIP. Sementara Nurhadi Abdurrachman adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung yang juga tersangka suap perkara perdata.

"Jika seseorang menggunakan hp (handphone) itu sangat mudah sekali, atau menggunakan media sosial aktif mudah sekali. Faktanya kan tidak seperti itu," kata Ali kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/2) malam.

Ali mengklaim pihaknya berkomitmen menangkap kedua tersangka tersebut. Sebab, kata dia, KPK memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

"Pun kalau tidak ditemukan, itu akan jadi tanggung jawab karena untuk menyelesaikan berkas perkara dan disidangkan, ya, harus ditemukan," ucapnya.

Ia mengatakan KPK juga membuka pintu terhadap informasi dari masyarakat mengenai keberadaan kedua tersangka itu. Setiap informasi pasti akan ditindaklanjuti oleh penyidik.

Ketika disinggung informasi keberadaan Nurhadi di apartemen mewah di Jakarta dari Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar, Ali memastikan penyidik telah bergerak merespons informasi tersebut. Bahkan, kata dia, pencarian buronan tidak hanya di sebatas satu tempat.

"Tapi, sampai dengan malam ini Harun dan Nurhadi belum didapatkan," tandasnya.

Sebelumnya, Haris Azhar menyatakan telah mengetahui keberadaan Nurhadi di salah satu apartemen mewah yang berada di Jakarta. Ia menyebut KPK sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Nurhadi namun tidak berani menangkapnya. Nurhadi, menurut dia, mendapat perlindungan yang disebutnya golden premium protection.

"DPO formalitas karena KPK enggak berani tangkap Nurhadi dan menantunya [Rezky Herbiyono]. Jadi status itu. Jadi, kan, lucu," ujar Haris di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/2).

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Unilak MoU Bersama KPU Riau
KPK Tahan Eks Manager Duta Palma Terkait Suap Izin Lahan
KPK Perpanjang Masa Tahanan Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Filri Sebut Usul Naik Gaji Rp300 Juta Sejak Era Agus Rahardjo
KPU Tunda 3 Tahapan Pilkada 2020 Gara-Gara Corona

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad