Home  / Nasional
Kabar Baik Buat Nasabah Jiwasraya, Erick Sebut Maret Dibayar!
Rabu, 29 Januari 2020 | 16:32:29
(CNBC Indonesia/Monica Wareza)
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan proses pembayaran klaim nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan mulai dilakukan pada akhir Maret mendatang.

Meskipun Erick mengatakan upaya untuk menyelesaikan kewajiban itu berat bagi Jiwasraya, namun dengan konsep yang sudah dirancang, diharapkan proses pembayaran klaim bisa dituntaskan.

"Kami dari kementerian dan tim Jiwasraya sesuai saran kita berupaya menyelesaikan, mulainya pembayaran awal di bulan insyaallah Maret akhir. Tapi kalau bisa lebih cepat kita coba lakukan," kata Erick Thohir saat rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR Jiwasraya di Jakara, Rabu (29/1/2021).

Dalam rapat yang berlangsung tertutup tersebut, Erick menjelaskan, permasalahan Jiwasraya bukan masalah yang ringan. Ada praktik investasi yang kurang hati-hati dan diharapkan ada perubahan di masa yang akan datang.

Selain kesalahan dalam investasi, lanjut Erick, manajemen juga melakukan kesalahan dalam menawarkan produk asuransi dengan bunga jauh lebih tinggi dibandingkan bunga pasar.

"Menjadi hal penting ke depan kita perlu adanya safety investasi seperti ini, gak kejar bunga aja tapi pensiun jangka panjang perlu kepastiannya," tambah Erick.

Erick memaparkan kondisi keuangan saat ini, di mana ada kewajiban untuk membayar dana nasabah senilai Rp 16 triliun. Selain itu, Jiwasraya kekurangan solvabilitas (kewajiban membayar kewajiban) sekitar Rp 28 triliun untuk memenuhi ketentuan risk base capital (RBC) sebesar 120%.

"Kementerian BUMN, berkoordinasi dengan Menkeu (Kementerian Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan lembaga lain dalam penyelamatan yang sesuai dengan pembicaraan kita, mau ada pencairan di akhir Maret," jelas Erick lebih lanjut.

Sebagai informasi, Asuransi Jiwasraya memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.

Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia belum lama ini.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Viral Postingan Anggota DPR Dites Corona Positif Korupsi, KPK: Hoaks
Eks Dirkeu PT AP II Dituntut Lima Tahun Penjara
Lurah Kerinci Timur Kabupaten Pelalawan Dititip di LP Sialang Bungkuk 20 Hari Kedepan
BUMN Minta Kejagung Amankan Aset dari Tersangka Jiwasraya
Kerugian Negara Rp 16,8 T, Aset Jiwasraya Disita Rp 13 T

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad