Home  / Nasional
TNI: China Punya Pulau Buatan di Laut China Selatan
Jumat, 24 Januari 2020 | 21:18:54
(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
TNI sebut China bangun pulau buatan untuk dijadikan markas militer perairan Natuna
JAKARTA - Panglima Komando Armada I TNI Laksamana Muda Muhammad Ali menyatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan keberadaan pulau buatan yang dijadikan sebagai markas militer oleh China di perairan Laut China Selatan.

Ali menyebut China sengaja menyulap karang-karang di perairan Laut China Selatan menjadi pulau buatan (artificial island) untuk markas militer.

"Dibangun hingga seperti kota. Itu dibangun jadi pangkalan militer. Ini mungkin bisa saja keinginan China itu jadikan garis pangkal, meski itu bertentangan dengan hukum laut internasional," kata Ali saat menghadiri diskusi di KAHMI Center, Jakarta, Jumat (24/1).

Misi TNI menyelidiki dugaan keberadaan markas militer di pulau buatan China itu tak lepas dari polemik Natuna sejak Desember 2019 lalu, yang mana kapal China mengeksploitasi perairan Natuna.

Ali menyatakan pihaknya sudah memantau pulau buatan itu melalui satelit. Ia pun turut menyebut bahwa kapal coast guard China turut bermarkas di pulau buatan tersebut.

Menurut Ali, pulau buatan itu dilengkapi dengan infrastruktur militer yang lengkap. Mulai dari landasan pesawat sepanjang 3 ribu meter dan infrastruktur penunjang lainnya.

"Mereka bangun itu hanya 2-3 tahun. Gerak cepat. Padahal itu [pulau] dari karang mereka bisa bangun 3 ribu meter. Itu semua pesawat bisa mendarat di situ. Dari bomber, fighter, kargo," kata dia.

Ali menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan perairan laut Indonesia. Ia menyatakan seluruh unsur alutsista dan aparat maritim lainnya akan melakukan operasi secara maksimal di wilayah perbatasan maritim Indonesia.

Termasuk Natuna. Pula, wilayah perairan lain yang berbatasan dengan negara lain.

"Di perbatasan laut disini ada Timor Leste, Thailand, Malaysia, China, Vietnam, Filipina, dan lainnya, Jadi cukup rumit menjaga perbatasan di laut," kata dia.

Indonesia dan China sempat memanas di perairan Natuna Utara. Kapal-kapal China menangkap ikan di perairan tersebut dan dikawal oleh kapal coast guard.

TNI berulang kali mengusir kapal-kapal tersebut. Namun, kapal-kapal China kembali datang ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna. Bahkan kapal TNI sempat mendapati kapal nelayan China tengah menebar jaring ikan.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kunjungi Indonesia Selama 5 Hari, Pria Jepang Positif Corona
Pulang dari Thailand, Warga Bandung Dicurigai Kena Corona
Status Siaga Satu Corona, Korsel Liburkan Semua Sekolah
Korban Meninggal Virus Corona Capai 2.461 Jiwa
Pembaruan Data, Total 556 Positif Corona di Korea Selatan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad