Home  / Nasional
Jokowi soal Membangun Papua: Siapa Suruh Makan Infrastruktur?
Sabtu, 7 Desember 2019 | 20:46:18
(CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Presiden Joko Widodo.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung manfaat infrastruktur dibangun di Papua. Dia tak ingin ada pihak yang meragukan manfaat infrastruktur di Papua. 

Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Kongres ke-2 Projo di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia menuturkan infrastruktur menjadi fokus untuk lima tahun mendatang.

Dia pun mencontohkan butuh waktu empat hari empat malam dari Nduga ke Wamena beberapa tahun lalu. Namun saat ini, kata Presiden, waktu tempuhnya hanya empat hingga lima jam.

"Itulah pentingnya infrastruktur. Jangan sampai ada yang bilang infrastruktur tak bisa dimakan, siapa suruh makan infrastruktur?" kata Jokowi.

Presiden menegaskan negara ini bukan hanya Jakarta dan Jawa saja. Masyarakat Papua, katanya, juga membutuhkan logistik dan pembangunan seperti warga yang tinggal di Jawa.

Tak hanya itu, kata Jokowi, dirinya pun menempatkan SDM sebagai prioritas karena akan bertarung dengan negara lain.

"Kami ingin menaikkan, memperbaiki kualitas SDM Indonesia agar berkompetisi dengan negara lain. Makanya ada kartu prakerja tahun depan," tegasnya.

Hari ini, organisasi pendukung Joko Widodo, Projo menggelar Kongres kedua. Dalam agenda kongres ini, mereka bakal memilih ketua Projo periode 2019-2024.

Selain itu, kongres itu juga bakal membahas strategi Projo mengawal kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu keberhasilan Jokowi yang kerap digaungkan sejak menjelang Pilpres 2019 lalu. Lawan politiknya dari Partai Gerindra, Fadli Zon bahkan sempat mengkritik bahwa masyarakat tak bisa makan infrastruktur yang dibangun Jokowi, di tengah kebutuhan pokok yang semakin mahal.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga pernah menyampaikan pendekatan berupa pembangunan ekonomi seperti infrastruktur di Papua perlu dikaji kembali. Dia menilai infrastruktur yang dibangun cukup masif oleh pemerintah di Papua tak lagi mampu merebut hati warga Papua.

Menurutnya, pendekatan budaya juga perlu diperdalam untuk mencegah konflik terjadi kembali di bumi cenderawasih. Kerusuhan di Kota Wamena beberapa waktu lalu berbuntut puluhan korban tewas dan luka. Berbagai aktivitas ekonomi masyarakat pun lumpuh sepekan terakhir.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Antisipasi C3 dan Penyebaran Covid-19, Polsek Langgam Gelar Patroli
Indonesia Impor Ampas Sisa Makanan Senilai US$ 232,3 juta
Ahli Epidemi: Lockdown Pilihan Logis saat Pandemi Mencemaskan
Jokowi Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Awasi Warga
Kabarhakam Polri Cek Kesiapan Penanganan Karhutla dan Covid-19 Riau

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter