Home  / Nasional
Tiga Fakta Idham Aziz: Orang Dekat Tito, Jalan Mulus Jadi Kapolri
Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:23:22
TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Kapolri Jendral Tito Karnavian (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Irjen Pol Idham Azis seusai sertijab sebagai Kabareskrim di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019.
JAKARTA - Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Idham Aziz menjadi calon tunggal Kepala Polri (Kapolri). Idham akan menggantikan Kapolri sebelumnya, Tito Karnavian, yang diberhentikan karena menjadi Menteri Dalam Negeri di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sore hari ini, Rabu, 30 Oktober 2019 Idham akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. Pagi harinya, dia akan terlebih dulu menerima kunjungan Komisi Hukum DPR di rumahnya.

"Jika selesai fit and proper test mungkin malam hari kami akan lakukan penetapan calon Kapolri terpilih," kata Ketua Komisi Hukum DPR Herman Hery di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019. Komisi Hukum juga akan segera mengusulkan penetapan Idham sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, besok, Kamis, 31 Oktober.

Berpengalaman di Bidang Reserse dan Antiteror

Lulusan Akademi Kepolisian 1988, lelaki kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 ini dikenal berwawasan di bidang reserse dan antiteror. Jabatan terakhir Idham saat ini Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Salah satu terduga teroris yang pernah ditanganinya adalah Dr. Azahari, orang yang diyakini sebagai otak bom Bali I dan II. Azahari tewas di Batu, Malang, Jawa Timur pada 2005 dengan dua versi cerita: meledakkan diri saat diburu Detasemen Khusus 88 atau ditembak petugas.

Pada 2014, Idham didapuk menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah yang dianggap rawan teror oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Mei 2015, pasukan Brigade Mobil menyerbu sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah tujuh laki-laki anak buah Santoso, pemimpin MIT. Baku tembak itu mengakibatkan dua orang yang diduga sebagai teroris tewas dan dua polisi luka-luka.

Orang Dekat Tito Karnavian

Kedekatan Idham dan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dimulai pada 2005. Kala itu, Tito Kepala Subden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri.

Tito meminta Idham menjadi wakilnya dalam investigasi kasus di Poso, Sulawesi Tengah. November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satuan Tugas Bareskrim Poso mendampingi Tito.

Saat Tito Kapolri, karir Idham terus menanjak. Dari Kapolda Sulteng pada periode 2014-2016, Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri (Maret-September 2016), Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (September 2016-Juli 2017).

Kemudian Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Juli 2017-Januari 2019), dan Kabareskrim Mabes Polri (Januari 2019-sekarang). Menurut sumber Tempo, Tito jugalah, bersama Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), yang mengusulkan nama Idham Aziz sebagai calon Kapolri.

Sumber ini mengatakan ada nama lainnya yang disodorkan Kompolnas, yakni Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Arief Sulistyanto, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Komjen Agung Budi Maryoto, serta Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Komjen Dharma Pangrekun. 

"Tapi tiga nama yang menguat di Istana. Dharma dicoret karena masih muda," kata sumber yang dikutip Majalah Tempo edisi Senin, 28 Oktober 2019.

(sumber: TEMPO.CO)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kapolri Jenderal Idham Aziz Copot Kapolres Kampar AKBP Asep Darmawan
Komisi III Setuju Idham Azis Menjadi Kapolri Secara Aklamasi
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Dijagokan Jadi Calon Kapolri
Rumah Orangtua Kapolri Ikut Hangus Saat Kebakaran di Palembang
Kapolri Mutasi 3 Kapolda Mendadak

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad