Home  / Nasional
Berbagi Jatah? Kabinet Kerja Jilid II Bakal Ramai Politisi
Senin, 14 Oktober 2019 | 12:05:54
(CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)
Foto: Sidang Kabinet Paripurna tentang Rancangan Undang-undang Beserta Nota Keuangan RAPBN Tahun 2020 di Istana Negara
JAKARTA - Tinggal hitungan hari,  periode 2019 - 2024 setelah memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Wajah menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf pun menjadi salah satu topik yang panas diperbincangkan khalayak dalam beberapa bulan terakhir. Sudah dapat dipastikan, akan ada perubahan secara besar-besaran di tubuh kabinet pemerintahan.

Mulai dari kemungkinan adanya pembentukan nomneklatur baru, penambahan posisi wakil menteri di sejumlah kementerian untuk 'mengakomodir' nama dari partai pendukung, hingga hadirnya sejumlah nama baru.

CNBC Indonesia pun merangkum warna baru dari tubuh kabinet Jokowi - Ma'ruf, berdasarkan sumber, pernyataan pejabat, maupun politisi dalam beberapa minggu terakhir. Berikut cerita lengkapnya :

Gemuknya 'Jatah Politisi'
Wacana penambahan posisi wakil menteri di sejumlah kementerian bukanlah isapan jempol semata. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto pernah melontarkan rencana ini ke publik.

"Bukan dalam konteks bagi-bagi portofolio," kata Hasto, kala itu yang sekaligus menekankan bahwa wacana ini bukan isyarat bagi-bagi kue.

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas berpendapat Jokowi dan PDIP bakal memperbanyak jumlah posisi wakil menteri, lantaran pos wakil menteri bisa mengakomodir kebutuhan politik.

"Apalagi, PDIP sedang berupaya betul menjalankan politik gotong royong. Terjemahan 'gotong royong' dalam politik adalah akomodasi dan bagi-bagi kekuasaan," kata Sirojuddin, dikutip CNN Indonesia.

Pasangan Jokowi - Ma'ruf sendiri disokong sejumlah partai politik pada Pilpres 2019 lalu. Di antaranya, PDIP, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) PPP, NasDem, Hanura, Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PKPI.

Namun, jumlah partai yang mendukung Jokowi di pemerintahan bisa bertambah jika melihat dinamika yang berkembang. Salah satunya Gerindra dan Demokrat yang mengaku sudah berbincang dengan internal partai pengusaha.

Isyarat kedua partai tersebut bergabung ke koalisi pemerintahan pun semakin kuat, saat  (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka pekan lalu.

"Karena di Indonesia gak ada oposisi. Bisa dikatakan. Baik, mesra," jelas Prabowo

Dari Gerindra, sejauh ini terdapat tiga nama yang mencuat menjadi calon menteri, yaitu Sandiaga dan dua wakil ketua umum partai, yakni Fadli Zon dan Edhy Prabowo. Sementara dari Demokrat, mencuat nama Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY).

Jokowi sendiri mengaku telah merampungkan susunan kabinet di periode kedua pemerintahannya. Namun, struktur kabinet ditegaskan masih bisa berubah seiring dinamika yang terjadi. 

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
TNI Jalin Kerja Sama Dengan SKK Migas
Agar Berkah, Baca Doa Berangkat Kerja Ini
Baznas Bengkalis Salurkan Bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat Periode Ketiga Tahun 2019
Bupati Amril : ‘Seluruh Kepala PD yang Kosong, Tahun Ini Diisi’
Ditanya Soal Jual Beli Proyek, Hearing Komisi II DPRD Bengkalis Dengan Dinas Perkimtan Memanas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad