Home  / Nasional
Dibanggakan Jokowi, Ini Potret Suram Pasar Tenaga Kerja RI
Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:37:27
(Twitter Jokowi)
Foto: Jokowi
JAKARTA - Periode satu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera berakhir dan periode dua dari pemerintahan mantan Walikota Solo tersebut akan segera dimulai.

Kini, waktunya kita mulai mengkaji capaian-capaian di periode satu pemerintahan Jokowi. Hal ini menjadi penting lantaran kekurangan-kekurangan yang ada haruslah dianalisis guna dicari solusi perbaikannya.

Berbagai target yang dicanangkan oleh Jokowi dalam periode pertamanya bisa didapati di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Hingga akhir 2019, Jokowi menargetkan tingkat pengangguran turun ke level 4-5%. Faktanya, target ini tercapai. Melansir data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran per Februari 2019 tercatat di level 5,01% atau jika dibulatkan menjadi 5%. Turunnya tingkat pengangguran seringkali dibanggakan, baik oleh Jokowi maupun oleh para pembantunya di Kabinet Kerja.

Hal ini jelas menunjukkan bahwa Indonesia tak boleh jemawa hanya karena sudah mencapai target yang dicanangkan di RPJMN. Faktanya, negara-negara lain di kawasan Asia memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah.

Lantas, apa yang salah dari Indonesia? Kenapa tingkat pengangguran masih berada di level yang relatif tinggi?

SELENGKAPNYA >>

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jokowi Keluarkan Aturan Baru Kartu Prakerja, Simak Nih!
Sudah 21.080 Tenaga Medis yang Dapat Insentif
Personel Satgas Pamtas Yonif 125 Kerja Bakti Bersama Warga Kampung Kuler Papua
Satgas Yonif 125/Simbisa Kerja Sama Dengan Puskesmas Bagikan Obat Cacing Kepada Siswa
Cek Rekening! Insentif Peserta Kartu Prakerja Cair

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter