Home  / Nasional
BMKG Ungkap Adanya 3 Sesar Sumber Gempa di Kalimantan Timur
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:38:11
(Dok Zulfakriza Z)
Sebaran kejadian gempa bumi di Indonesia dengan megnitudo lebih besar dari 5 sejak 1976 - 2016 berdasarkan data katalog USGS. Degradasi warna lingkaran merah - biru menunjukkan kedalaman posisi sumber gempa bumi (hiposenter).
Presiden Jokowi menjanjikan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Selain alasan pemerataan dan keadilan ekonomi, Kalimantan diklaim sebagai lokasi yang minim akan bencana, mulai dari bencana longsor, gempa bumi dan lainnya. 

Namun menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Kalimantan tidak sepenuhnya terbebas dari gempa. 

Bahkan, pihaknya mengungkapkan adanya 3 sesar yang ada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). 

"Secara geologi dan tektonik, di wilayah Provinsi Kaltim terdapat 3 struktur sesar sumber gempa, yakni Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternostes," ujar Daryono dilansir Kompas.com, Jumat (23/8/2019). 

Menurut pantauan BMKG, Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur tersebut masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan. 

Hal ini ditunjukkan dalam peta seismisitas, terlihat 2 zona besar ini memiliki aktivitas kegempaan yang cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat sampai timur. 

Catatan sejarah gempa 

Sementara itu, Daryono menjelaskan mengenai keterkaitan Sesar Maratua dan Sesar Sangkulirang yang menimbulkan sejumlah gempa signifikan di Kaltim. Berikut rinciannya: 

1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang terjadi pada 14 Mei 1921. 

Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan menimbulkan kerusakan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang berarti terdapat banyak bangunan yang mengalami kerusakan dengan tingkatan sedang hingga berat.

Gempa kuat ini kemudian diikuti tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, Kaltim. 

2. Gempa Tanjung Mangkalihat berkekuatan M 5,7 pada16 November 1964. 

3. Gempa Kutai Timur berkekuatan M 5,1 pada 4 Juni 1982. 

4. Gempa Muarabulan, Kutai Timur, berkekuatan M 5,1 pada 31 Juli 1983. 

5. Gempa Mangkalihat berkekuatan M 5,4 pada 16 Juni 2000. 

6. Gempa Tanjungredep berkekuatan M 5,4 pada 31 Januari 2006. 

7. Gempa Muaralasan, Berau, berkekuatan M 5,3 pada 24 Februari 2007.  

Selain itu, Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) juga pernah melakukan kajian mengenai Sesar Mangkalihat pada 2017. 

Hasilnya, Sesar Mangkalihat memiliki potensi magnitudo mencapai 7,0. 

Adapun sebagai gambaran skenario tingkat guncangan atau shake map, Sesar Mangkalihat dapat berdampak hingga skala intensitas VI-VII MMI.

"Artinya gempa yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan tingkat sedang hingga berat di Semenanjung Mangkalihat dan sekitarnya," ujar Daryono. 

Di sisi lain, Sesar Paternoster tergolong kategori sesar tersier di mana letak sesar ini berada di jalur berarah barat hingga timur. 

"Sesar Paternoster melewati wilayah Kabupaten Paser dan menurut hasil pantauan BMKG menunjukkan di jalur sesar ini masih sering terjadi gempa," ujar Daryono menjelaskan letak Sesar Paternoster. 

Diketahui, catatan gempa yang terjadi di Kabupaten Paser cukup banyak. 

Salah satu gempa yang paling kuat adalah Gempa Paser. Saat itu Kabupaten Paser diguncang gempa berkekuatan M 6,1 pada 26 Oktober 1957. 

Tak hanya itu, Kabupaten Paser sebelumnya juga mengalami gempa tektonik, yakni Gempa Longkali dengan kekuatan M 4,1. 

Atas hasil kajian dan informasi mengenai adanya 3 sesar di Kaltim dan catatan sejarah gempa di Kaltim, Daryono mengimbau masyarakat agar merespons kabar itu dengan upaya mitigasi. 

"Risiko bencana di daerah rawan dapat kita tekan sekecil mungkin dengan upaya mitigasi yang benar, tepat, dan sungguh-sungguh," kata Daryono. 

Meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, tetapi secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibanding daerah lain di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa sangat besar.

(kompas.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ketua Komisi 3 Minta PolrI Usut Bom Bunuh Diri di Medan
Polresta Pekanbaru Mintai Keterangan Saksi-saksi Kasus Bullying Pelajar SMPN 38 Pekanbaru
Viral Siswa SMPN 38 Dipukuli dan Dianiaya Temannya, Guru Sibuk Main Hp Beredar di Medsos
Jelang Akhir Tahun, DPRD Pekanbaru Desak 3 Ranperda Jadi Skala Prioritas
Kodim 0313/KPR Bekali Prajurit Kemampuan Pencegahan Karhutla

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad