Home  / Nasional
Cara Dapat Ganti Rugi dari PLN Ketika Listrik Mati
Rabu, 7 Agustus 2019 | 15:42:24
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Ilustrasi meteran listrik.
JAKARTA - PT PLN (Persero) berjanji akan memberi kompensasi atas kejadian listrik padam secara massal yang terjadi pada Minggu (4/8) lalu. Besarannya berkisar 20 persen-35 persen dari tagihan listrik pada bulan Agustus 2019.

Ketentuan itu sudah tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terikat dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN.

Lantas, bagaimana mekanisme kompensasi tersebut?

Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan PLN akan memberi kompensasi sebesar 35 persen bagi golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tarrif adjustment).

Sementara itu, kompensasi akan diberikan sebesar 20 persen kepada konsumen golongan non-tariff adjustment, atau golongan subsidi.

Hanya saja, mekanisme kompensasi ini berbeda untuk pelanggan listrik prabayar maupun pascabayar yang menggunakan token.

Untuk pelanggan pascabayar, PLN secara otomatis mengurangi tagihan dan akan tercantum di dalam akun bernama 'Rupiah Kompensasi TMP' sebagai komponen pengurang tagihan listrik.

Misalnya, jika jumlah tagihan listrik pengguna golongan tarif adjustment sebesar Rp1 juta, maka akun 'Rupiah Kompensasi TMP' secara otomatis akan berisi nilai Rp350 ribu. Dengan demikian, tagihan listrik pokok pada Agustus akan sebesar Rp650 ribu.

Hanya saja, tagihan tersebut belum mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dan tagihan lain-lain. 

Jika pelanggan membayar listrik melalui ATM atau m-banking, maka tagihan listrik yang tertera sudah dikurangi dengan diskon kompensasi. 

"Jadi memang pelanggan tidak usah ngapa-ngapain, sudah kami potong secara otomatis," jelas Yuddy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/8).

Khusus untuk konsumen listrik golongan prabayar. Jumlah kompensasi sebesar 35 persen dan 20 persen dihitung dari energi minimum pelanggan.

Misalnya, satu rumah tangga menggunakan daya 1.300 Volt Ampere (VA). Dalam perhitungannya, PLN menggunakan asumsi energi minimum selama 40 jam. Sehingga dasar perhitungannya adalah 1.300 dikali 40, yakni 52.000 VA.

Nilai tersebut dikonversi menjadi satuan Kilowatt, yakni 52 Kilowatt. Dengan demikian, kompensasi 35 persen yang diterima sang pelanggan adalah tambahan daya sebesar 18,2 KW.

Ketika membeli token, lanjut Yuddy, nanti akan ada dua kode yang muncul di dalam struk. Kode pertama adalah kode token listrik sesuai nominal pembelian, Sedangkan kode kedua adalah digunakan untuk mengaktifkan tambahan daya sebesar 18,2 KW tersebut.

"Nah setelah itu, si pelanggan bisa memasukan dua kode itu di dalam rumahnya. Jadi dia mendapatkan daya listrik sesuai nominal pembelian token plus kompensasinya," jelas dia.

Yuddy mengungkapkan PLN sudah mengantongi data-data pelanggan yang berhak menerima kompensasi. 

"Kami harap semua pelanggan langsung dapat kompensasi. Yang dapat ini kan memang yang mengalami pemadaman yang cukup lama. Kami sudah siapkan dana Rp865 miliar untuk 22 juta pelanggan," pungkas dia.

Namun, pelanggan di area terdampak yang tidak memperoleh kompensasi dapat menghubungi layanan pusat informasi (call center) PLN atau kantor PLN area terdekat.

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Tim Satgas Karlahut Berjibaku Padamkan Titik Api di Rimbo Panjang
"Kado" Belum Habis, Setelah Iuran BPJS Kesehatan, Tarif Listrik 900 VA Juga akan Naik
Pembangkit Kena Gangguan, Aliran Listrik Sebagian DKI Padam
Swasta Diimbau Ikut Padamkan Karhutla
Koramil 15/Kuala Kampar Berjibaku Padamkan Karhutla Di Kerumutan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad