Home  / Nasional
3 Kartu Sakti Meluncur, Jokowi Gaji Pengangguran di 2020?
Senin, 15 Juli 2019 | 22:19:47
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Pencari kerja memadati gelaran Job For Career Festival 2018 di area Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (27/11). Angka pengangguran pada Agustus 2018 tercatat 7 juta orang, menurun 40 ribu orang dibanding Agustus 2017 lalu.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera merilis tiga kartu 'sakti' yang merupakan janji kampanye-nya saat maju menjadi calon presiden periode 2019 - 2024.

Adapun kartu yang dijanjikan Jokowi dinamai Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Sembako Murah. Alokasi anggaran jumbo pun disiapkan untuk memuluskan kebijakan itu di 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa implementasi kartu tersebut akan diakomodir dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

"APBN di desain untuk mendukung program tersebut," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantor presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Untuk Kartu Pra Kerja, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran senilai Rp 10,3 triliun tahun depan yang nantinya akan tersebar di berbagai kementerian terkait.

Melalui kartu ini, nantinya baik lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi yang belum bekerja ataupun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan diberikan pelatihan kerja agar skill calon pekerja tersebut meningkat.

Sementara KIP kuliah, pemerintah akan menambah jumlah penerimaan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa menjadi dua kali lipat hingga 780 ribu mahasiswa dengan anggaran yang relatif cukup besar.

"Totalnya 780 ribu mahasiswa akan mendapatkan beasiswa. Ini akan menambah anggaran dari Rp 4,8 triliun dengan tambahan Rp 7,6 triliun. Dari sisi tambahan, nanti tahun-tahun ke depan jumlahnya terus naik," jelasnya.

Adapun untuk kartu sembako, Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 25,7 triliun yang diperuntukkan kepada 15,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) tahun depan.

Proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 pun saat ini masih dibahas intensif di internal pemerintah sebelum di bawa ke dewan parlemen.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Jokowi: Kita Nggak Gaji Pengangguran, Itu Keliru
KPK Tak Pedulikan Tersangka Meikarta Mengadu ke Jokowi
Jokowi soal Membangun Papua: Siapa Suruh Makan Infrastruktur?
PDIP Bakal Polisikan Rocky soal Jokowi Tak Paham Pancasila
Soal Jokowi Tak Paham Pancasila, BPIP Sebut Rocky Beretorika

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad