Home  / Nasional
Calhaj Bawa Ribuan Jamu-Rokok, PPIH: di Arab Harganya Berlipat-lipat
Senin, 8 Juli 2019 | 20:03:26
Photo : VIVA/Nur Faishal
amu dan rokok milik calon haji yang disita petugas PPIH Embarkasi Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 7 Juli 2019.
Ribuan sachet jamu dan rokok ditemukan petugas Bea dan Cukai di dalam 23 koper milik beberapa calon haji Kelompok Terbang (kloter) 6-7 asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat proses pemeriksaan barang di Asrama Haji Surabaya pada Minggu, 7 Juli 2019.

Petugas juga menemukan berbungkus-bungkus rokok dan obat di dalam 76 koper anggota jemaah calon haji Kloter 8 asal Bangkalan, Madura, yang tiba di Asrama Haji Surabaya pada Minggu petang, sekira pukul 19.00 WIB. Namun, jumlahnya tak sebanyak rokok dan jamu milik calon haji Sumenep.

Kebanyakan dari pemilik mengaku tak tahu kenapa rokok dan jamu sebanyak itu berada di dalam koper mereka. Mereka mengaku keluarga atau tetangga di kampung yang mengemas barang. Namun ada pula yang mengaku barang dengan jumlah melebihi ketentuan penerbangan itu adalah titipan teman atau keluarga.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jamal, menduga jamu, obat dan rokok itu dibawa untuk dijual kembali di Arab Saudi. "Karena tadi ada yang mengaku akan menjualnya di Arab Saudi. Di sana harga rokok sekitar Rp50 ribu per bungkus. Bahkan ada yang Rp500 ribu," katanya.

Jamal juga menduga ada oknum yang mengkoordinir untuk memasukkan rokok dan jamu ke Arab Saudi melalui jemaah haji. Namun, PPIH tidak bisa menyelidiki karena tak memiliki kewenangan. "Tugas PPIH Embarkasi Surabaya adalah  memastikan jemaah calon haji bisa berangkat ke Tanah Suci sesuai aturan keimigrasian," kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim itu.

Dia menjelaskan, rokok dan jamu yang dibawa calon haji sebetulnya merupakan barang legal. Namun, karena jumlahnya melebihi aturan penerbangan, maka disita oleh negara. Untuk rokok, calon haji boleh membawa tak lebih dari dua slop atau 200 batang. Adapun obat dan jamu yang boleh dibawa hanyalah yang disertai rekomendasi dokter. 

(viva.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pasar Bawah Perlu Dukungan Penuh Pemko Pekanbaru
Impor Bawang Putih Berujung ke KPK, Buwas: Bukti ada Mafia
Kasus Bawang Putih, KPK Geledah Kantor Kemendag dan Kementan
Tersangka Suap Impor Bawang, I Nyoman Punya Harta Rp20,8 M
Menikah, Terdakwa Pencabulan Anak Dibawah Umur Akhirnya Dibebaskan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad