Home  / Nasional
Tanggapan Menpar soal Kekecewaan Turis Thailand saat Perjalanan ke Bromo
Jumat, 5 Juli 2019 | 07:28:09
(Rifqi Aufal Sutisna)
Suasana di Gunung Bromo
JAKARTA - Baru-baru ini jagad dunia maya dihebohkan dengan curhatan seorang turis asal Thailand, Jirote Wangcharoen. 

Dalam unggahannya di Facebook, Jirote menuliskan pengalamannya mengenai tarif transportasi yang sangat mahal saat melakukan perjalanan ke kawasan Bromo, Jawa Tengah, pada pertengahan Juni lalu. 

Mendengar hal ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tampak terkejut. 

"Oh kapan, kapan itu?" ujar Menpar pada KompasTravel di Gedung Kementerian Pariwisata RI, Kamis (4/7/2019). 

Di sela obrolan KompasTravel dan Arief, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut. 
"Oh kami sudah pantau itu, sudah diselesaikan tingkat lokal," sebutnya. 

"Gak menarik itu. Satu orang jangan. Ini negara kita lho," lanjutnya. 

Meski demikian baik Arief maupun Guntur tak memberikan penjelasan lebih lanjut. 
KompasTravel telah mencoba menghubungi pihak Dinas Pariwisata Probolinggo, namun pejabat setempat pun tak mau mengomentari pengalaman tak mengenakkan turis ini, dan meminta untuk menghubungi pihak lain yang disebut lebih berwenang. 

Adapun dalam unggahannya, turis tersebut mengaku terkejut karena dikenakan harga tinggi untuk tarif transportasi dari Probolinggo menuju Bromo yaitu sebesar Rp 550.000. Harga ini sudah diturunkan dari penawaran semula yaitu sebesar Rp 600.000. 

Menurut Jirote, tarif ini sangat mahal karena jika menggunakan transportasi online tarif maksimal hanya Rp 300.000. 

Ia pun tak mengambil tawaran itu dan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, ia kembali dihalangi dan akhirnya menyatakan bahwa ia akan menginap di Probolinggo

Setelah berjalan jauh, ia menemukan angkutan yang akhirnya bisa membawanya menuju titik penjemputan transportasi online hingga akhirnya tiba di Cemoro Lawang. 

Dalam unggahannya Jirote mengaku mengalami kejadian tak mengenakkan ini hingga dua kali. 

Jirote menyebut tak akan kembali berlibur ke Bromo. 

Adapun kawasan Gunung Bromo termasuk destinasi wisata baru yang dikembangkan pemerintah untuk menarik minat wisatawan berlibur selain ke Bali. 

Detail unggahan Jirote 

Dalam unggahannya, Jirote menuliskan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke kawasan Bromo, Jawa Timur, pada pertengahan Juni lalu. 

Ia mengaku terkejut karena "digetok" harga tinggi untuk tarif transportasi dari Probolinggo menuju Bromo. 

"Ada mafia di sini yang tidak bersahabat dengan wisatawan. Saya tidak akan kembali lagi. Sepertinya tidak ada hubungannya dengan wisatawan seperti ini. I can't take Gojex here I must use them service they ask me 550000 IDR per car from Probolinggo to Bromo tpp expensive gojek ask me only 300000 IDR per car when i walk far away from them but them take motorcycle to block and will attack mee. I must tell them that i will sleep here at Probolinggo not go anywhere. But them found me at Cemeru Lawang and must use them service I pay 40000 IDR per person Them send me at Bayuangga again dan give me 60,000 IDR to Surabaya if not pay they May attack me. Why too expensive I take bus from Banyuwangi to Probolinggo 35000 IDR but bus from Probolinggo to Surabaya 60000 IDR. So I run escape Mafia and can take bus to surabaya only 25.000 IDR," tulis Jirote di grup "Probolinggo" dan "Backpackers Indonesia". 

KompasTravel memastikan pengalaman Jirote dengan menghubungi yang bersangkutan melalui percakapan tertulis, Rabu (3/7/2019). 

Ia mengisahkan kronologi pengalaman tak mengenakkan yang dialaminya tersebut. 
Jirote melakukan perjalanan bersama tiga orang temannya pada 17 Juni 2019 sekitar pukul 17.00-19.30 WIB. Pengalaman yang sama ia alami saat kembali dari Bromo pada 18 Juni 2019 sekitar pukul 11.00-14.00 WIB. 

Awalnya, saat turun di terminal bis Probolinggo, ia mencari transportasi online yang bisa mengantarkannya ke Cemoro Lawang yang merupakan pintu masuk menuju Bromo. 

Akan tetapi, tak satu pun armada yang datang. Para pengemudi meminta Jirote ke titik penjemputan yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi terminal.

(sumber: Kompas.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pengusaha Transportasi Klaim Bakal Banyak PHK, Ada Apa?
IDI Minta Kebijakan Pelonggaran Moda Transportasi di Tengah Pandemi Ditinjau Ulang
Raja Thailand Bawa 20 Selir Plesir ke Jerman di Tengah Corona
Tetangga Indonesia Punya Jet Tempur Bersenjatakan Laser dari Israel
Gubri Hadiri Pertemuan IMT GT di Thailand

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad