Home  / Nasional
CAD Bengkak Jokowi Jengkel, Menteri Ini Harus Tanggung Jawab?
Kamis, 13 Juni 2019 | 20:40:44
Foto: Presscon Jokowi/ Chandra Gian Asmara
JAKARTA - Defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD) lagi dan lagi disoroti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita juga sudah bertahun-tahun enggak bisa menyelesaikan yang namanya defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, yang saya kira sebetulnya sesuatu yang kalau kits bisa bekerja sama dengan baik," ujar Jokowi saat melakukan pertemuan dengan kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

"Jangan sampai kita ini investasi dan ekspor kalah dengan Singapura. Udah lama kita kalah dengan Malaysia, Thailand, Filipina, terakhir kita kalah lagi dengan Vietnam. Jangan sampai," tegas Jokowi.

Sebagaimana yang telah diketahui, transaksi berjalan merupakan komponen penting bagi perekonomian Indonesia. Sebab, transaksi berjalan menggambarkan kinerja ekspor-impor sektor riil, termasuk barang, jasa, dan tenaga kerja.

Sayangnya, sudah sejak akhir tahun 2011, Indonesia selalu mengalami defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Bahkan pada tahun 2018, CAD Indonesia membengkak hingga US$ 31,05 miliar atau setara 2,96% Produk Domestik Bruto (PDB). Itu merupakan CAD yang paling dalam sejak tahun 2014.

Menurut Piter Abdullah, ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE), beberapa Kementerian secara khusus memiliki andil pada kinerja transaksi berjalan.

"Current account meliputi neraca barang, ekspor dan impor barang. Di sini yang jelas terlibat Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perikanan, Menteri Pertanian serta Menteri yang mengurusi pertambangan," katanya kepada CNBC Indonesia. 

Jika bicara neraca jasa, ekspor-impor jasa. Di sini setidaknya terlibat Menteri Tenaga Kerja, Menteri Keuangan, bahkan terlibat juga Ketua OJK (terkait jasa asuransi), juga Menteri Pariwisata. 

Kemudian, masih menurut Piter jika bicara neraca pendapatan primer di sini banyak terlibat peran BI dan Kemenkeu. 

"Neraca pendapatan sekunder setidaknya melibatkan Menteri Tenaga Kerja dan juga BNP2TKI. Sebenarnya hampir semua kementerian dan lembaga bisa berperan memperbaiki CAD."

Penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, contohnya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian yang berperan dalam menstimulasi kegiatan ekspor-impor barang. Sayangnya, kinerja ekspor Indonesia sejak tahun 2014 lebih sering mengalami kontraksi ketimbang ekspansi.

Tengok saja pertumbuhan ekspor sepanjang 2014-2016 yang selalu negatif alias berkurang dari tahun ke tahun. Bahkan pada periode tersebut pertumbuhan ekspor Indonesia merupakan yang paling kecil dibanding empat negara ASEAN lainnya (Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand).

SELENGKAPNYA DI CNNINDONESIA.COM

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wah, Jokowi Kalah di Pengadilan Dalam Kasus Kebakaran Hutan!
Jokowi Beri Grasi ke Predator Anak di JIS, LPSK Tuntut Penjelasan
Beredar Susunan Menteri Usai Jokowi-Prabowo Bertemu, PDIP: Orang Iseng
3 Kartu Sakti Meluncur, Jokowi Gaji Pengangguran di 2020?
Pelan-Pelan Terungkap, Bocoran Menteri Baru dari Jokowi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad