Home  / Nasional
Nambah Terus, Utang Luar Negeri RI Q1-2019 Capai Rp 5.581 T
Jumat, 17 Mei 2019 | 11:57:40
Foto: CNBC Indonesia
JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I-2019 tercatat sebesar US$ 387,6 miliar, atau tumbuh 7,71% year on year (YoY). Jika dirupiahkan dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.400 maka ULN tersebut mencapai Rp 5.581 triliun. 

Hal itu disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) melalui rilis Statistik Utang Luar Negari Indonesia (SULNI) pada hari Jumat (17/5/2019).

Pertumbuhan ULN secara tahunan kali ini tercatat lebih besar dibanding kuartal IV-2018 yang sebesar 5,69%. Bahkan juga merupakan yang paling besar sejak kuartal IV-2017.

Sementara itu, ULN pemerintah tercatat sebesar US$ 187,7 miliar atau tumbuh 3,6% YoY, yang juga lebih besar dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 3,3%. Namun peningkatannya relatif kecil.

Menurut BI, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya modal investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik. Selain itu ada pula penurunan outstanding SBN dalam valuta asing, sejalan dengan pelunasan global bonds yang jatuh tempo pada bulan Maret 2019.

Setidaknya ini menunjukkan investor asing masih melihat Indonesia sebagai tempat investasi sektor keuangan yang masih sehat. 

Utang-utang tersebut digunakan untuk membuayai pembangunan di sejumlah sektor di Indonesia. Sektor kesehatan dan kegiatan sosial masih menjadi prioritas dengan porsi alokasi sebesar 18,8% dari total ULN pemerintah.

Selain itu ada pula sektor lain yang mendapat porsi cukup besar yaitu sektor konstruksi (15,1%), sektor jasa pendidikan (15,7), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%, serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,4%).

ULN swasta, termasuk didalmnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) per akhir kuartal I-2019 mencapai US$ 197,1 atau tumbuh hingga 12,8% YoY, yang mana juga meningkat dibanding pertumbuhan kuartal IV-2018 yang sebesar 11,3% YoY. ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Porsi empat sektor tersebut mencapai 75,2% dari total ULN swasta.

Di sisi lain, ULN jangka panjang masih mendominasi struktur ULN Indonesia, yaitu mencapai 86,1% di akhir kuartal I-2019.

Dengan demikian perbandingan ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di akhir kuartal I-2019 mencapai 36,88%. Rasio tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal II-2016.

SELENGKAPNYA BACA CNBCINDONESIA.COM

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Meroket 48%, BUMN ‘Hobi’ Tambah Utang Luar Negeri
Sudah Jatuh Tempo, Lapindo Belum Lunasi Utang Ratusan Miliar!
Liga 1: Persebaya Bantai Persib 4-0, Balde Hattrick
Duh! Emiten Karya Butuh Ratusan Tahun Lunasi Tumpukan Utang
Periode I Jokowi, Utang BUMN Karya Bertambah Rp 169 T Lebih

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad