Home  / Nasional
JK Kritik Lagi Proyek Infrastruktur, Kini Bandara Kertajati
Selasa, 9 April 2019 | 14:29:08
Foto: Biro Setpres
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) kembali melontarkan kritikan terhadap proyek infrastruktur transportasi di Tanah Air. Setelah LRT Jabodebek dan Kereta Api Trans Sulawesi, kini giliran Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. 

Seperti diketahui, tingkat keterisian penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat itu terbilang rendah, bahkan di saat musim padat terbang (peak season). Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai-sampai harus menyampaikan imbauan kepada pegawai negeri sipil (PNS) dan tokoh masyarakat Jawa Barat untuk menggunakan bandara tersebut.

JK pun memiliki pandangan tersendiri, sejumlah faktor yang menyebabkan tingkat keterisian penumpang di bandara Kertajati cukup rendah. Salah satunya, dari lokasi bandara.

"Itu Kertajati atas inisiatif pemerintah daerah Jawa Barat. Dalam hal ini, pak Gubernur. Karena serba tanggung," kata JK di kantor Wapres, Selasa (9/4/2019).

Menurut dia, lokasi bandara dianggap 'nanggung' lantaran masyarakat yang ingin menggunakan bandara tersebut harus menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer. Hal itu dianggap tak efisien.

"Mungkin kurang penelitian sehingga lokasinya tidak pas untuk Bandung dan untuk Jakarta. Tanggung. Jadi kalau kau ke Bandung, lewat Kertajati mesti naik mobil lagi sampai 100 kilometer," kata JK.

Bahkan, JK tak segan menyebut perencanaan pembangunan bandara tersebut tidak terlalu baik, lantaran lokasinya yang disebut tidak mudah dijangkau oleh masyarakat setempat.

"Jadi lebih baik langsung aja ke Bandung. Jadi agak ya, boleh dibilang perencanaannya tidak terlalu bagus. Pemerintah pusat juga salah, karena tidak.... bukan salah, tapi lain kali jangan kita membuat lagi hanya ingin ada airport, karena letaknya nanggung," jelasnya.

(cnbcindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Entah Apa yang Merasuki Arab, Proyek Kilang RI Digantung Lagi
JK Kritik Pendekatan Infrastruktur untuk Orang Papua
Organisasi Antikorupsi Dunia UNCAC Kritik Revisi UU KPK
Rektor Unitomo Kritik Ancaman Sanksi dari Menristekdikti
Walhi Sebut Proyek di Selatan Jawa Tingkatkan Risiko Bencana

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad