Home  / Nasional
Ternyata Hari Ayah di Indonesia Dideklarasikan Para Kaum Ibu, Begini Sejarahnya
Selasa, 13 November 2018 | 09:51:54
ilustrasi
JAKARTA - Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah komunitas lintas agama dan budaya adalah inisiator lahirnya Hari Ayah Nasional pada tanggal 12 November 2006 silam dalam sebuah deklarasi di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah. Sejak saat itulah, setiap tanggal 12 November selalu diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Bahkan pada waktu bersamaan, anggota PPIP lainnya juga ikut mendeklarasikan Hari Ayah Nasional di Maumere dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti dikutip dari laman kemdikbud.go.id, Pada 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo. Pada acara tersebut diadakan sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Acara yang digelar meriah ini menghadirkan kejutan dari para peserta yang mengikutinya. Ada peserta yang bertanya, "Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi."

Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku 'Kenangan untuk Ayah' yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diambil dari peserta sayembara Menulis Surat untuk Ayah. Usai deklarasi, PPIP mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote.

Ketua PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Bapak lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Kendati demikian, peringatan Hari Ayah di berbagai negara berbeda-beda, seperti di Amerika Serikat. Sejarah Hari Ayah di Amerika Serikat bermula dari seorang wanita bernama Sonora Smart Dodd yang berusaha agar ada hari untuk berterima kasih kepada para ayah. Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Dodd mempunyai lima orang saudara, kesemuanya dibesarkan oleh ayahnya seorang diri sejak sang ibu meninggal.

Dodd pun mengumpulkan dukungan, sendirian bepergian dari gereja-gereja lokal sampai ke para penjaga toko dan akhirnya, pemerintah setempat. Usahanya berbuah manis, pada 19 Juni 1910, negara bagian Washington resmi merayakan Hari Ayah pertama mereka.

Perlahan, lambat namun tetap terjadi, peringatan ini menjalar ke negara-negara bagian lain. Pada 1916, Presiden Wilson memakai telegraf untuk memerintahkan penduduk mengibarkan bendera sebagai bentuk persetujuan Hari Ayah dianggap sebagai hari nasional.

Laman pencarian Google pun hari ini dihiasi dengan ilustrasi telapak tangan warna-warni dengan kepala dinosaurus sebagai bentuk perayaan Hari Ayah.

Selamat Hari Ayah untuk para ayah

(jarrak.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polisi Tahan Lieus Sungkharisma Terkait Dugaan Makar
Bakamla Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional
Lieus Sungkharisma Tiba di Polda Metro Jaya dengan Tangan Diborgol
Lieus Sungkharisma Diamankan Polisi
Sempena Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Bengkalis Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Gratis

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad