Home  / Nasional
Titik Balik 18 Tahun Tragedi Berdarah 12 Mei 1998
Kamis, 12 Mei 2016 | 07:42:59
foto: okezone
Aksi Solidaritas Mengenang Tragedi Trisakti.
JAKARTA - Tragedi berdarah pada 12 Mei 1998 yang terjadi tepat di depan Kampus Trisakti, Jakarta Barat, menyisakan luka dan duka yang mendalam, serta catatan sejarah buruk bagi bangsa Indonesia.

Pasalnya, dalam peristiwa tersebut belasan orang terluka dan empat mahasiswa Trisakti tewas dalam aksi unjuk rasa yang mayoritas dipelopori oleh kalangan intelektual untuk menumbangkan rezim orde baru.

Tepat pada hari Kamis (12/5/2016), 18 tahun sudah catatan sejarah tersebut terlewatkan. Namun memang belum ada titik cerah dalam mengungkap siapa dalang yang bertanggungjawab atas terjadinya insiden berdarah tersebut.

(Baca Juga: Keluarga Korban Tragedi Trisakti Minta Jokowi Buka Mata Hati)

Berawal dari gelombang besar aksi massa di sejumlah daerah Indonesia untuk menurunkan kepemimpinan Soeharto yang sudah menginjak usia 31 tahun. Dan pada akhirnya gelombang aksi massa tersebut juga diikuti oleh para mahasiswa di Ibu Kota.

Menanggapi isu politik atas krisis global yang membawa Indonesia ke dalam pergulatan tersebut juga menjadi isu utama yang dibawa oleh mahasiswa Trisakti dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kampusnya pada Selasa 12 Mei 1998 siang.

Ribuan mahasiswa Trisakti dengan mengenakan almamater kampusnya melakukan aksi turun ke jalan tepat di depan kampus mereka dengan cara memblokir ruas jalan yang melintas depan kampus pada siang hari sekira pukul 11.00 WIB.

Berbagai pekik revolusi serta beberapa tuntutan disuarakan para demonstran tepat di jalan depan Kampus Trisakti dan berlangsung hingga senja tiba. Aksi tersebut sempat mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian juga tentara yang menginginkan agar aksi tersebut tak berlanjut hingga malam hari.

Alhasil, setelah dilakukan negosiasi dengan aparat berseragam pada sore hari, para mahasiswa pun bergerak mundur hingga masuk ke dalam kampus. Namun, tiba-tiba suara tembakan terdengar dari seberang jalan depan Kampus Trisakti.

Suasana pun pecah dan memanas akibat aksi tembakan oleh jajaran aparat berseragam ke arah mahasiswa dengan membabi buta. Serangan balasan pun dilakukan oleh para mahasiswa dengan memakai alat seadanya seperti batu dan bambu.

"Pas lagi jalan mundur ke gerbang jarak 5 sampai 10 menit ditembakin oleh mereka yang berseragam, kondisi kacau balau. Mahasiswa balas lempar batu, ditembakin membabi buta, rusuh sekitar 20 menit," ujar Haris Azhar salah seorang mahasiswa Trisakti yang ada di lokasi kejadian pada saat itu.

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut juga menceritakan setelah hampir 15 menit terjadi serangan tembakan dari jajaran aparat berseragam, para korban pun mulai terlihat berjatuhan.

"15 menit kemudian dapat kabar ada yang ketembak, yang luka banyak, yang meninggal empat, sampai saat ini para saksi mata juga masih hidup," katanya.

Bentrokan antara pihak jajaran aparat berseragam dengan mahasiswa tersebut akhirnya mereda setelah selang hampir sekira setengah jam, dan setelah diketahui adanya korban yang berjatuhan dari para mahasiwa, akhirnya korban pun dilarikan ke rumah sakit.

Dikabarkan tiga mahasiswa Trisakti tewas di tempat, sedangkan satu mahasiswa tewas setelah dibawa ke rumah sakit. Dari total empat mahasiswa yang tewas tersebut mereka diketahui bernama Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

Mereka tewas tertembak di dalam kampusnya usai terkena peluru tajam di bagian kepala, tenggorokan, dan dada.

Tragedi berdarah di kampus Trisakti tersebut saat ini sudah memasuki usia yang ke 18 tahun dan sempat menjadi kecaman dari berbagai pihak atas arogansi aparat berseragam yang bertindak represif terhadap mahasiswa.



(fid/okezone)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Terjerat Kasus Meikarta, Neneng Mundur sebagai Bupati Bekasi
KPK Periksa Mendagri Terkait Kasus Suap Meikarta, Ini Hasilnya
KPK Pertimbangkan Periksa Mendagri dalam Kasus Suap Meikarta
Bupati Bekasi Mengaku Bahas Proyek Meikarta dengan Aher di Moskow
Neneng Ajukan Justice Collaborator, KPK Minta Bongkar Kasus Meikarta

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad