Home  / Misteri
Serba-serbi Mitos dan Takhayul Terkait Gerhana Matahari
Sabtu, 20 Juni 2020 | 22:08:37
(foto: BMKG)
Serba-serbi mitos dan takhayul Gerhana Matahari
JAKARTA - Para pencinta astronomi bulan ini dimanjakan dengan sejumlah fenomena langit. Usai Gerhana Bulan Penumbra, besok penduduk Bumi akan disuguhkan Gerhana Matahari Cincin.

Layaknya fenomena alam lainnya, Gerhana Matahari Cincin Api juga tidak terlepas dari mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagain besar masyarakat yang percaya mitos tersebut tidak percaya gerhana hanya sebuah fenoma alam biasa.

Fenomena gerhana dimaknai khusus dan bahkan menyentuh sisi mistis. Dilansir dari laman The Federal, berikut mitos yang dipercaya terjadi saat Matahari lenyap dari langit.

Setan Lapar

Di Vietnam, orang percaya Gerhana Matahari disebabkan oleh katak raksasa yang melahap Matahari. Sementara yang lain percaya serigala-lah yang memakan Matahari.

Sementara itu di China kuno, percaya ada seekor naga langit menjadikan Matahari sebagai santap siang yang menyebabkan Gerhana Matahari.

Sedangkan menurut mitologi Hindu, Dewa Rahu dipenggal oleh para dewa kerena menangkap dan meminum Amrita, nektar para Dewa. Kemudian, kepala Rahu terbang ke langit dan menelan Matahari yang akhirnya menyebabkan gerhana.

Penjelasan lain datang dari cerita rakyat Korea. Dalam cerita menunjukan Gerhana Matahari terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri Matahari.

Gerhana Matahari dipercaya orang Yunani Kuno menjadi pertanda dewa-dewa yang marah. Itu menjadi awal dari bencana dan kehancuran.

Takhayul Modern

Banyak orang yang masih percaya melihat gerhana sebagai pertanda kejahatan yang membawa kematian, kehancuran, dan bencana. Kesalahpahaman yang populer adalah Gerhana Matahari dapat membahayakan perempuan hamil dan anak-anak mereka yang belum lahir.

Dalam banyak budaya, anak-anak kecil dan perempuan hamil diminta untuk tinggal di dalam rumah selama gerhana berlangsung.

Di India, banyak orang yang berpuasa saat Gerhana Matahari. Mereka meyakini makanan yang dimasak saat gerhana akan beracun dan tidak murni.

Tidak semua takhayul di sekitar Gerhana Matahari adalah tentang malapetaka. Di Italia, misalnya, diyakini bunga yang ditanam selama Gerhana Matahari lebih cerah dan lebih berwarna daripada bunga yang ditanam di waktu lain sepanjang tahun.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
NASA Temukan Struktur Helium di Atmosfer Matahari
Gerhana Matahari Cincin Terlihat di Makkah Selama 2,5 Jam
Gerhana Matahari Cincin Bisa Disaksikan di Riau
Catat! Besok Malam Ada Gerhana Matahari Cincin, Cek Waktunya
Gerhana Matahari 21 Juni, Warga Diimbau Sholat Kusuf

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter