Home  / Misteri
Mitos Gerhana Matahari: Dimakan Iblis sampai Hubungan Seks
Kamis, 26 Desember 2019 | 12:18:17
(Martin BERNETTI / AFP)
lustrasi gerhana matahari
JAKARTA - Gerhana matahari cincin terjadi pada Kamis (26/12). Fenomena alam gerhana matahari terjadi ketika bulan lewat di antara bumi dan matahari.

Peristiwa alam ini memang beberapa kali terjadi di tahun 2019, bahkan sejak bertahun-tahun lalu. Namun gerhana bisa membangkitkan kekaguman yang mendalam akan terjadinya peristiwa ini. Akan tetapi tak dimungkiri kalau di balik penjelasan ilmiah soal gerhana ini, masih ada mitos-mitos yang berkembang soal gerhana matahari. Mitos ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga berkembang di seluruh dunia.

Kepada CNNIndonesia.com, Ustadz Wahyul Afif Al-Ghofiqi mengungkapkan bahwa di Indonesia pernah ada mitos bahwa gerhana matahari terjadi karena matahari dimakan Buto Ijo. Selain itu ada juga mitos yang berkembang bahwa ada kesialan datang bersama gerhana matahari. 

"Gerhana dijelaskan kepada manusia bahwa ini adalah kekuasaan Allah lewat fenomena alam lainnya bukan karena hal-hal yang mistik ataupun takhayul," katanya.

Sementara itu, di negara dan budaya lainnya juga memiliki mitos yang nyaris sama. 

"Jika Anda orang Yunani, sebelum mereka paham tentang gerhana (secara ilmiah), mereka berpikir bahwa itu adalah pertanda buruk. Sebuah pertanda dari dewa bahwa mereka sudah melakukan kesalahan," kata David Dearborn, astrofisikawan di Lawrence Livermore National laboratory di California dikutip dari NYTimes.

"Untuk orang China, gerhana matahari diyakini bahwa ada seekor naga yang memakan matahari."

Berbeda lagi dengan mitos di orang Indian di dataran Arapaho. Mereka melihat benda-benda langit sebagai saudara kandung. Matahari kakak laki-laki dan bulan sebagai saudara perempuan. Ketika terjadi gerhana matahari, mereka beranggapan bahwa keduanya sedang bertemu.

"Mereka bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh kedua saudara tersebut. Apa yang mereka lakukan, apakah mereka berhubungan seks di langit?" kata Anthony Avenu, astronom budaya dan penulis buku In the Shadow of the Moon: The Science, Magic, and Mystery of Solar Eclipses.

Aveni juga mengungkapkan bahwa dalam setiap budaya, gerhana matahari dipandang sebagai interupsi kosmik. Selain itu, gerhana juga dipercaya oleh banyak budaya menjadi penanda kiamat. Susan Milbrath, kurator seni dan arkeologi Amerika Latin di Museum Sejarah Alam Florida, mengungkapkan ada banyak budaya yang percaya gerhana matahari menjadi pertanda akhir zaman.

"Ch'orti, penduduk asli Maya percaya bahwa gerhana matahari yang berlangsung lebih dari satu hari akan menyebabkan akhir dunia. Arwah orang yang sudah meninggal akan hidp kembali dan memakan semua yang ada di bumi," katanya.

Sedangkan suku Maya lainnya, termasuk Yucatec dan Lacandon menghubungkan gerhana dengan kehancuran total. Lacandon yang tinggal di negara bagian Chiapas di Meksiko mengungkapkan bahwa gerhana matahari akan menyebabkan bumi hancur dan jaguar akan muncul serta memakan banyak orang.

Hal ini digambarkan dengan jelas dalam studi etnografi Aztec abad 16 di Meksiko, The Florentine Codex. Mereka menggambarkan gerhana matahari dalam situasi yang sangat jelas namun menyeramkan.

"Dengan demikian dikatakan, jika gerhana matahari selesai maka dunia akan gelap selamanya. Setan-setan gelap akan turun dan mereka akan memakan kaum pria."

Matahari yang dimakan

Lauran Danly, seorang astrofisikawan dan kurator Griffith mengungkapkan bahwa gerhana matahari disebabkan oleh mahluk mengerikan yang memakan matahari.

"Bulan benar-benar terlihat seperti menggigit matahari sampai melahapnya penuh."

Ketika matahari mulai muncul kembali, hal ini dianggap sebagai matahari dimuntahkan oleh mahluk mengerikan tersebut.

Dalam mitos kepercayaan Hindu, matahari dimakan oleh iblis yang dipenggal kepalanya, Rahu. Dewa Wisnu, menangkap basah Rahu yang meminum ramuan kehidupan abadi. Dia pun memotong kepala iblis tersebut sebelum ramuan tersebut melewati tenggorokannya. Kepala Rahu pun membalas dendam pada benda-benda langit dengan melahap matahari dan bulan. Tapi karena Rahu tak lagi punya tubuh, matahari dn bulan akan muncul kembali setelah ditelan iblis tersebut. 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Matahari di Atas Kabah 27-28 Mei, Saatnya Ubah Arah Kiblat
Ahli Ungkap Fenomena Matahari Lockdown dan Siklus 11 Tahunan
LAPAN Luruskan Soal Isu Bencana Akibat Matahari Lockdown
Matahari Lockdown, Ini Bahaya yang Mengintai Manusia di Bumi
Studi Terbaru: AS Klaim Corona Hancur oleh Sinar Matahari

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad