Home  / Misteri
Wisata di Bali, Awas! Jangan Nekat Kencing di Pohon, Ada Penunggunya
Jumat, 11 Oktober 2019 | 17:25:52
Pohon di Bali(Shutterstock)
JAKARTA - Pohon yang diberi kain poleng atau kain bercorak hitam-putih, merupakan pemandanan yang lazim dilihat saat berada di Pulau Bali. 

Sebagai wisatawan yang datang ke Bali, tentu perlu menghormati adat istiadat yang berlaku di Bali. 

Salah satunya tentu saja jangan sembarangan buang air kecil, apalagi jika dilakukan di pohon. 

Nyoman Suani selaku Serati Banten (ahli membuat sajen khas Bali), menjabarkan bahwa wisatawan terutama laki-laki harus berhati-hati saat buang air kecil di pohon.   

"Kalau mau buang air kecil itu harus 'permisi'," jelas Nyoman Suani saat ditemui di stan mengulat janur di acara Pekan Kebudayaan Nasional di Istora, Senayan, Jakarata, Selasa (8/10/2019). 

"Apalagi jika ada pohon yang diberi sarung kotak-kotak, jangan buang air kecil di sana, karena kalau sudah diberi sarung sudah sangat sakral," tambahnya. 

Perempuan asli Bali itu menjelaskan bahwa jika pohon yang sudah diberi sarung dengan corak hitam dan putih dipandang sakral atau disucikan oleh orang Bali. 
Jadi pohon tersebut jangan sampai diludahi apalagi dikencingi. Kerap kali jika tidak ada toilet, tujuan utama untuk buang air kecil adalah pohon. 

Orang Bali percaya beberapa pohon ada penunggunya.

"Seperti ada pohon yang diberi kain kotak-kotak itu memang ada penunggunya, jadi jangan sampai dilawan," jelas Suani. 

"Banyak turis atau pendatang yang tidak percaya, ada yang iseng sengaja buang air kecil di bawah pohon lalu orang itu sakit-sakitan dan harus minta maaf dengan roh halus dari pohon yang dia kencingi," tambahnya. 

Suani juga berharap para wisatawan yang datang di Bali bisa menghormati setiap adat dan kebudayaan yang dilakukan di sana.   

Agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan maka wisatawan dihimbau untuk menghormati dan tak mewalan aturan yang sudah berlaku di Bali. 

Meski kamu tidak percaya pada hal mistis seperti ini, tetapi sebaiknya saat berkunjung ke suatu tempat, sebagai wisatawan harus menjunjung dan menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tersebut. 

Pada beberapa tempat wisata di Bali juga kerap ada himbauan berupa papan peringatan untuk tidak buang air kencing di tempat tersebut. 

Biasanya di beberapa area sakral termasuk pohon-pohon yang disucikan.

(kompas.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ultimatum Jokowi ke Penegak Hukum: Jangan Gigit yang Benar!
Tidak Datang Kerja, Warga Simpangtiga Ditemukan Tergantung di Jendela Kamar
Pada HUT ke-74 TNI, Jokowi Janji Tingkatkan Tunjangan Kinerja Prajurit 80 Persen
Raup Puluhan Juta per Bulan, Cek Gaji dan Tunjangan Anggota DPR
Prajurit TNI Jangan Mudah Terprovokasi

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad