Home  / Lingkungan
DLH Pelalawan Pastikan Ekspose Hasil Sampel Limbah PT. Serikat Putra, PPLHD dan Gakkum Tuntaskan Verifikasi
Rabu, 12 Agustus 2020 | 20:28:21
Eko Novitra, Kepala DLH Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Hingga memasuki hari ke - 14 atau 2 pekan lamanya sejak terjadinya kebocoran limbah PT Serikat Putra hingga mencemari Sungai Kerumutan di Kelurahan Rawang Empat, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan pada Selasa (28/7/2020) lalu hingga hari ini hasil  sebanyak 5 sampel limbah yang dibawa ke Laboratotium Kesehatan (Labkes) Riau belum kunjung keluar.  

"Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan sampai hari ini belum mendapat hasil dari Labkes Riau terkait pemeriksaan 5 sampel limbah PT. Serikat Putra yang mencemari sungai. Saya sudah katakan minimalnya 2 pekan tentu bisa jadi lebih dari 2 pekan. Pastinya akan Kita ekspose hasilnya ke masyarakat jika hasil lab sudah keluar," papar Eko Novitra Kepala DLH Pelalawan kepada riaueditor.com,Rabu (12/8/2020).

Ditambahkan Eko, pada akhir pekan lalu Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD)  dari KLHK Propinsi Riau dan Gakkum kabupaten Pelalawan telah melakukan verifikasi atau investigas menggali data terkait perusahaan PT. Serikat Putra. 

"Semua data soal perusahaan baik izin,lahan,managemen,pengelolaan limbah dan lain sebagainya sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi bagi perusahaan. Jadi hasil sampel limbah yang telah mencemari sungai nantinya digabung dengan hasil  verifikasi dari PPLHD dan Gakkum, " ungkapnya.  

Eko menyebutkan pihaknya berenca akan melakukan ekspose terbuka di Kantor Camat Bandar Petalangan terkait hasil sampel limbah jika sudah keluar berikut sanksi yang diberikan kepada perusahaan. 

"Kita ingin masyarakat tahu hasilnya dan sanksi yang diberikan berikut menampung pendapat masyarakat.Jadi baiknya sama-sama kita tunggu hasilnya. Tidak ada yang ditutup - tutupi dan Kita akan terbuka soal ini," tegasnya.  

Untuk diketahui, sampel limbah dan air sungai yang telah diambil DLH Pelalawan bersama masyarakat dan pihak perusahaan dan  diperiksa di Labkes Riau terdiri dari 5 sampel dari 5 titik aliran kebocoran limbah mulai dari pipa Land Aplikasi (LA) hingga mengalirnya limbah yang mencemari sungai kerumutan. (ZoelGomes)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Polsek Bunut Hadiri Mediasi PT Sertifikat Putra dan Kepala Desa
Dapat Penghargaan Bintang Mahaputera, Fahri Hamzah: Saya Akan Terus Kritik Presiden
Serikat Pekerja Gugat Erick Thohir dan Direksi Pertamina
1.864 Ton Limbah Berbahaya Tujuan RI Ditemukan di Malaysia
Kecewa, DPRD Siak Akan Jadwalkan kembali Hearing dengan PT CPI Terkait Pembersihan Limbah

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter