Home  / Lingkungan
Beredar Isu Badai Panas Equinox, Ini Penjelasan BMKG
Senin, 18 Mei 2020 | 09:10:52
(Foto: ilustrasi/AFP).
BMKG memastikan isu tentang badai panas Eqinox yang beredar di media sosial merupakan hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merespons isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya badai panas Equinox. Isu ini menyebar di media sosial (medsos) dan pesan instan menyusul suhu panas dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Herizal mengatakan, Ekuinox bukan fenomena badai atau gelombang panas (heat wave) yang kerap terjadi di daerah lintang menengah dan tinggi. Beberapa negara yang biasa mengalami fenomena ini antara lain India, Jepang, Korea, Amerika dan Eropa.

Gelombang panas merupakan fenomena suhu udara lebih panas dari 5 derajat Celcius dari ambang batas suhu normal suatu wilayah yang disebabkan oleh munculnya anomali sistem cuaca tekanan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari atau minggu.

"Sedangkan Fenomena Equinox merupakan salah satu fenomena astronomi, di mana posisi semu matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa," kata Herizal, Senin (18/5/2020).

Dia menjelaskan, Equinox dapat terjadi dua kali dalam satu tahun, yaitu 21 Maret dan 23 September. Secara umum suhu rata-rata di wilayah Indonesia pada saat periode Ekuinox berkisar antara 32-36C.

Pada Mei ini, posisi semu matahari sudah berada di Belahan Bumi Utara (BBU). Dengan demikian dapat dikatakan fenomena Ekuinox tidak terjadi lagi hingga periode pertengahan September mendatang.

"Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum Mei 2020 di wilayah Indonesia masih cukup normal dengan kisaran antara 31 - 36C," ucapnya.

Herizal menegaskan, dengan memperhatikan penjelasan teknis tersebut, isu tentang gelombang panas yang beredar akhir-akhir ini merupakan hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Fenomena Ekuinox sebagaimana disebutkan dalam hoaks tersebut.

"Masyarakat diharapkan tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas pada siang hari terlebih bagi yang sedang menjalankan puasa dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan diri, keluarga serta lingkungan," ucapnya.

(iNews.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Wamenag: Isu Dana Haji untuk Perkuat Rupiah Fitnah yang Keji
Badai Petir Hantam India, Taj Mahal Rusak
Daging Rendang Dipanaskan Berulang, Ini Dampaknya Kata Pakar Kesehatan
Peneliti Sebut Pemanasan Global Picu Badai Semakin Kuat
Filipina Dihantam Badai Vongfong di Tengah Pandemi Corona

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad