Home  / Lingkungan
Lindungi Telur dan Anaknya Dari Karhutla, Ular Phyton Mati Terbakar
Selasa, 3 Maret 2020 | 21:58:15
riaueditor
PEKANBARU, riaueditor.com - Seekor ular jenis phyton betina ditemukan mati terpanggang di lahan gambut yang terbakar. Mirisnya lagi, ular phyton ini mati saat sedang mengeram 20 butir telur.

Tak hanya itu, anak-anak ular berukuran jari telunjuk dewasa juga ditemukan terpanggang di sekitar induknya. 

Kejadian memilukan ini terjadi Senin sore (2/3) pukul 15.00 Wib, di lahan gambut Jalan SM Amin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau. 

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, membenarkan informasi tersebut.

"Ular sepanjang 4,5 meter itu ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh tim gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telur ular, saat sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi," ujar Kombes Sunarto, Selasa (3/3).

Sunarto menjelaskan, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya merugikan manusia semata saja, melainkan hilangnya plasma nutfah Indonesia akibat ulah tangan manusia. 

"Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau," jelas pria yang akrab di panggil dengan sebutan Narto tersebut. 

Masih dikatakan Narto, luas lahan terbakar di tempat ular phyton betina mati terpanggang tersebut setengah hektare.

Hingga hari ini, lahan terbakar tersebut berhasil ditangani dan dipadamkan tim gabungan, hingga sore hari hujan mengguyur lokasi. Besok pagi petugas akan mengecek kembali lokasi.

"Petugas gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla seminggu terakhir masih berjibaku dilapangan padamkan api beberapa daerah di Riau seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis," ungkap Narto. 

"Saat siang hari semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari yang seharusnya dengan kondisi suhu rendah adalah kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait," tutup Sunarto. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pelda M Yakfi, Pasar dan Tempat Keramian Lainnya Akan Menjadi Sasaran Kami
Wakili Danramil 14/Kepenuhan, Serda M Rasul Ikut Bagikan Sembako Bersama Bupati Rohul
Antisipasi Covid-19, Polsek Tenayan Raya dan Forkopimda Pekanbaru Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Rapid Tes
TNI/Polri dan Perangkat Kecamatan Bonai Darussalam Bersinergi Laksanakan Pengawasan di Pos Covid-19  
Melawan dan Kabur Saat Ditangkap Maling Kursi Gereja di Dor

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad