Home  / Lingkungan
Tim BKSDA Riau Selamatkan Anak Gajah Sumatera yang Terjerat di HTI PT Rimba Peranap Indah,
Senin, 16 Desember 2019 | 15:35:23
riaueditor

PEKANBARU, riaueditor.com - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau berhasil menyelamatkan seekor anak gajah Sumatera yang terjerat di lokasi hutan tanaman industri (HTI) PT Rimba Peranap Indah, Desa Pandan Wangi Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Kepala BKSDA Riau Suharyono mengatakan, anak gajah yang berjenis kelamin betina berumur 3 bulan itu saat ditemukan dalam kondisi terluka berat dibagian kaki depan sebelah kiri.

Diperkiraan sudah tiga hari kakinya terjerat dengan luka yang cukup dalam, dan menjadikan anak gajah tersebut cacat kakinya.

"Jika dilihat dari cedera kaki yang dialami anak gajah itu diperkirakan sudah tiga hari dan cukup parah, sehingga harus segera dilakukan perawatan," kata Suharyono, Senin (16/12).

Ia menjelaskan, anak gajah tersebut ditemukan setelah BKSDA Riau pada Sabtu (14/12) mendapatkan laporan dari masyarakat yang menyebutkan ada anak gajah yang terjeat di aeral HTI PT RPI, Desa Pandan Wangi Kecamatan Peranap.

BKSDA Riau langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan tim lapangan menuju ke lokasi kejadian bersama-sama pihak Yayasan TNTN dan bagian environment PT RPI disusul tim medis dari BBKSDA Riau.

Setelah dilakukan tindakan medis awal, selanjutnya anak Gajah dievakuasi ke pusat latihan gajah (PLG) Minas untuk perawatan lebih intensif, dengan menempuh perjalanan selama 5 jam.

"Kita berharap ini kejadian terakhir ada satwa liar yang terkena jerat, dan mohon kepada masyarakat untuk tidak lagi memasang jerat satwa, apapun alasannya itu menyakiti sesama makhluk Tuhan tentunya merupakan perbuatan dosa, yang tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia berupa hukuman pidana tapi juga di akhirat nanti," harap Suharyono.

Ditambahkannya, kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyelamatan satwa liar dilindungi undang-udang ini, diucapkan terima kasih.

"Mari kita senantiasa bergandeng tangan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia," pungkasnya.  (dri) 


Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Ratusan Masyarakat Dhuafa di Pekanbaru Telah Rasakan Manfaat Qurban Rumah Yatim
Dua Kecamatan di Pekanbaru Apresiasi Bantuan dari Rumah Yatim
Tak Mampu Beli Kuota Untuk Belajar Daring, Rumah Yatim Bagikan Beasiswa Dhuafa
Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 18 Kg Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional
Epidemiolog Respons Klaim Khofifah Jatim Lewati Puncak Corona

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter