Home  / Lingkungan
Waterboom Sedang Dibangun di Wilayahnya, Ketua RW di Palas Ngaku Tak Tahu
Selasa, 26 November 2019 | 15:55:20
fin/riaueditor.com
Lurah Palas Kec. Rumbai Rizwan Hardiansyah
PEKANBARU, riaueditor.com - Keberadaan salah satu ketua RW di Kelurahan Palas Kec. Rumbai kota Pekanbaru, patut dipertanyakan. Pasalnya, pembangunan wahana permainan air (waterboom) yang berdampak buruk bagi warga di wilayahnya, tak ia  ketahui.

"Setahu saya galian parit di RT 02 RW 06, itu untuk dijadikan kolam. Saya ndak tahu kalau memang ada pembangunan waterboom, karena masalah itu tanpa sepengetahuan saya", ujar Ketua RW 06 Kelurahan Palas, Parluhutan Sihotang via selularnya kepada wartawan, Selasa (26/11/19).

Parluhutan juga tak menampik jika pasca galian parit dilakukan berdampak banjir terhadap rumah warga sekitar. Hanya saja kata Parluhutan, banjir tersebut terjadi akibat hujan yang terus mengguyur kota Pekanbaru sebulan terakhir.

Sebagai solusi sebutnya, pihaknya mengajak warga untuk bergotong royong membangun saluran air. Akan tetapi kemana saluran air akan dialirkan, pihaknya mengaku tidak tahu.

Ia mengatakan, keterlibatan dirinya hanya pada pengukuran tanah di lokasi yang akan dibangun usaha waterboom tersebut, ucap Parluhutan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Pekanbaru Zulfikar saat dikonfirmasi sebelumnya menegaskan, setiap jenis usaha di kota Pekanbaru, wajib mengurus ijin lingkungan sesuai kapasitas termasuk waterboom.

Penegasan itu disampaikan menanggapi adanya pembangunan waterboom yang diduga belum mengantongi ijin lingkungan di Kelurahan Palas Kec. Rumbai, Senin (25/11/19).

Sedangkan Lurah Palas Kec. Rumbai Rizwan Hardiansyah saat dikonfirmasi sebelumnya, mengaku hingga kini dirinya belum mengetahui adanya pembangunan waterboom di Jalan Mawar RT 02 RW 06. Alasannya sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat.

Rizwan juga mengaku belum mengetahui status tanah yang akan dijadikan usaha waterboom, serta ijin usaha yang dikantongi RA selaku pengelola sekaligus pemilik lahan.

"Yang jelas, setiap usaha wajib memiliki badan usaha", ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) warga RT 02 RW 06 Keluràhan Palas Kec. Rumbai mengeluhkan pembangunan  waterboom di wilayah mereka. Pasalnya, sejak pihak pengelola melakukan penggalian parit dilakukan, akses menuju rumah mereka terganggu. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Maknai Hari Juang TNI AD, Prajurit TNI Ikut Gotong Royong Bangun Rumah Warga di Kampung Sipias
Gubri: Pembangunan Harus Dirasakan Manfaatnya Bagi Masyarakat
Dua Warga Rokan IV Koto Dilaporkan Tertimbun Longsor, Tim Lakukan Pencarian
Sejarah Keakraban Warga Solo dengan Olahan Daging Anjing
Ratusan Warga Kabun Ultimatum PT Padasa Patuhi SK Kemenhut RI 2013

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad