Home  / Lingkungan
Mematikan, Ini 5 Fakta Tawon Vespa Affinis yang Ditemukan di Jakarta
Kamis, 4 Juli 2019 | 11:47:35
Tawon Vespa Affinis atau Hornet.
Tawon Vespa affinis atau tawon ndas ditemukan di sebuah pohon di Jalan Cilingup Indah, Duren Sawit Jakarta Timur, Senin (1/7/2019). 

Tawon jenis ini merupakan salah satu jenis tawon yang berbahaya dan mampu mematikan manusia dalam waktu singkat. 

Tawon ndas bukan jenis tawon baru. Tawon ini juga sempat ditemukan di Klaten dan menewaskan tujuh orang dalam rentang waktu dua tahun terakhir. 

Ini beberapa fakta yang perlu diketahui tentang tawon Vespa Affinis: 

1. Ciri-ciri 

Tawon Vespa affinis mempunyai ukuran tubuh sepanjang kurang lebih tiga sentimeter. Warna tawon ini didominasi hitam dengan gelang warna kuning atau oranye pada bagian perutnya. 

Jika hanya satu atau dua ekor tawon yang menyengat, sengatan tak akan terlalu berbahaya. 

Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah, Selasa (2/7/2019), mengatakan, tawon jenis ini menjadi berbahaya ketika menyerang secara berkelompok.

2. Sengatan 

Korban sengatan tak sampai meninggal, melainkan mengalami alergi dengan gejala bengkak. 

Bengkak tersebut dapat ditangani dengan cara kompres menggunakan es atau obat-obatan antihistamin dan corticosteroid. 

Akan tetapi, jika tak ditangani selama 1x24 jam atau yang menyerang dalam jumlah banyak, hiperalergi berlanjut menjadi anafilaksis atau reaksi alergi berat yang dapat menimbulkan risiko sistemik atau merusak organ tubuh. 

Tawon Vespa affinis mempunyai racun sengat sehingga orang yang menerima sengatan cukup banyak dapat mengalami kematian. 

"Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif atau alergi dengan racun (venom) sengat, tidak akan lama bertahan hidup," kata Rosichon. 

Jika tak ditangani dengan tepat, sengatan dapat merusak organ tubuh seperti edema paru akut dan gagal ginjal dalam hitungan hari.

Edema paru akut merupakan kondisi adanya penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. 

Sementara, gagal ginjal akut mengakibatkan fungsi ginjal menurun secara drastis. 
3. Merangsang teman 

Saat sengatan pertama, tawon akan mengeluarkan feromon atau senyawa yang dapat memicu tawon lain ikut menyerang. 

Dari serangan pertama ini, dapat berubah menjadi serangan koloni yang mematikan. Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah mengatakan, tawon akan menyerang jika merasa terganggu dan terancam. 

Oleh karena itu, jika melihat adanya sarang tawon, usahakan untuk tak merusaknya. 
Menurut Rosichon, tawon ndas mempunyai kemampuan memanggil kawanannya untuk melakukan serangan balik. 

4. Memindahkan 

Meski berbahaya, sarang tawon Vespa affinis dapat dipindahkan secara aman jika dilakukan dengan benar. 

Beberapa alat yang perlu disiapkan antara lain kantong plastik bening agak tebal, pisau dapur, kapas, dan cairan etil asetat untuk membuat tawon dalam kondisi pingsan. 

Pemindahan sarang tawon lebih baik dilakukan ketika kondisi gelap. Sebelum memindahkan, pastikan semua tawon telah berada di dalam sarangnya. 

Masyarakat dapat meminta bantuan kepada petugas untuk mengurangi segala risiko yang ada. 

Jika warga melihat sarang tawon di wilayah Jakarta, diimbau untuk melaporkannya ke kantor pemadan kebakaran terdekat atau ke nomor 112/85904904. 

5. Tempat hidup 

Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah mengatakan, tawon Vespa affinis hidup di kawasan subtropis Asia, seperti Hongkong, Taiwan, Sri Lanka, Burma, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, hingga Indonesia. 

Di Jakarta, tawon tak lantas hidup di antara gedung pencakar langit. Kawanan tawon ndas tetap mencari tempat rimbun. 

Tawon ini juga menjadi predator pemangsa serangga lain dan sering berkeliaran di tanaman, termasuk bunga tanaman pisang. 

Meski penuh gedung tinggi, di Jakarta masih banyak semak dan taman kota yang dapat membantu perkembangbiakan tawon ini sehingga keberadaannya di tengah permukiman masih biasa ditemukan. 

Sementara itu, pakar ilmu serangga LIPI Hari Nugroho mengatakan, tawon juga mempunyai sifat pemakan bangkai. Sehingga, sisa-sisa daging dan fermentasi di tempat sampah pun dapat menjadi sumber makanan tawon ndas ini.

(kompas.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Komunitas Vespa Gembel Dinilai Meresahkan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad