Home  / Lingkungan
Lagi, Komplotan Gajah Liar Rusak Lahan Sawit Warga Tapung
Minggu, 30 Juni 2019 | 23:14:35
raf/riaueditor.com
KAMPAR, riaueditor.com - Minggu (30/6) Lahan perkebunan sawit milik warga Karya Indah kecamatan Tapung kabupaten Kampar untuk kesekian kalinya dirusak komplotan gajah liar yang memasuki lahan perkebunan sawit warga.

Komplotan gajah liar yang tak diketahui datang dan perginya ini memporak-poranda lahan perkebunan sawit milik warga yang dilintasinya.

Saat dilakukan konfirmasi, kepala desa Karya Indah Rudi Anrico membenarkan sekelompok gajah liar merusak kebun warga, dan sudah berlangsung sekitar dua minggu lamanya.

"Memang benar ada serangan gajah liar ke kebun warga, dan berdasarkan informasi kehadiran gajah liar tersebut sudah berlangsung sekitar dua minggu belakangan," paparnya.

Serangan gajah liar sudah sering terjadi diperkebunan warga, seperti kejadian serangan gajah liar yang terjadi di desa Bencah Kelubi beberapa waktu silam yang bahkan sempat menelan korban jiwa. 

Dimana ketika itu salah seorang warga mendapatkan serangan gajah liar saat mengusir gajah yang sedang merusak kebun sawit mereka dan berujung pada kematian.

Rudi Anrico juga mengatakan sejauh ini antisipasi yang sudah dilakukan masih sebatas pengusiran oleh warga yang bekerjasama dengan anggota BKSDA kabupaten Kampar.

Dan untuk menindaklanjuti selain sudah menyampaikan perihal terkait masalah tersebut via telepon seluler ke BKSDA pusat, Rudi Anrico juga akan menyurati pihak terkait lainnya untuk mencari langkah dalam menangani permasalahan tersebut.

Ia juga menambahkan, yang terkena dampak serangan gajah liar tersebut bukan hanya sekedar kebun sawit milik warga, tetapi juga tanaman lain milik masyarakat desa, dan gajah yang menyerang perkebunan warga tersebut diperkirakan berkisar belasan ekor.

"Bukan cuma kebun sawit aja bang, tapi juga tanaman lainnya," tukas Rudi.

Rudi berharap pihak terkait agar segera mengambil tindakan supaya gajah liar tersebut dapat dipindahkan ke habitatnya atau dilakukan penangkaran.

"Harapan saya selaku pemerintahan desa kepada pihak terkait agar segera mengambil tindakan, agar gajah liar tersebut dapat dipindahkan kehabitat asalnya ataupun kepenangkaran, karna sudah sangat merugikan masyarakat desa karya indah khususnya maupun nanti desa-desa lain yang akan dilalui oleh gajah liar tersebut," harapnya.(Raf)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Miris, Upah Cuma Rp3 Juta/Bulan, Pekerja Sawit Nyabu Rp200 Ribu/Hari
Ditikam 4 Kali, Pria di Tembilahan Tewas
Fasilitasi Konflik Lahan, Wagubri Pimpin Rapat KSU dan PT Partisa Trading Coy
Kena Jerat Babi di Sungai Mandau, Kaki Bayi Gajah Terluka dan Nyaris Putus
Terungkap, Eropa Terancam dengan Kehadiran Sawit RI

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad