Home  / Lingkungan
Dinilai Ilegal, DPRD Riau Desak Instansi Terkait Tindak PT. Lorena
Senin, 11 Maret 2019 | 22:03:27
istimewa
Operasi Polhut Riau menemukan dua unit eksavator milik PT Eka Sari Lorena sedang melakukan perambahan di kawasan hutan desa Segati, kabupaten Pelalawan, Riau.
PEKANBARU, riaueditor.com - Kasus perambahan hutan penyangga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan yang diduga melibatkan PT. Eka Sari Lorena, masih terus bergulir. Terbaru, anggota DPRD Riau Sugianto mendesak aparat terkait agar segera bertindak.

"Polda Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau dan Dinas Perkebunan, harus segera menindaklanjuti. Terutama di kawasan hutan, yang sudah barang tentu dia tidak punya ijin," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (11/03/19).

Anggota Komisi II DPRD Riau yang membidangi Perkebunan ini mengatakan, untuk menyikapi PT Lorena yang selama ini terkesan kebal hukum, aparat penegak hukum harus bersinergi.

"Kami berharap aparat penegak hukum bersinergi semua dalam menindak. Kami dari Komisi II juga Insyaallah kami akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi hutan yang dirambah PT Lorena," ujar politisi PKB tersebut.

Sugianto juga menyesalkan sikap Polhut DLHK Riau yang dinilai menggunakan standar ganda dalam menindak pelaku perambah hutan. Pasalnya, kelompok tani yang hanya menggarap beberapa hektar langsung ditindak membabi buta, sementara kelompok yang merambah ribuan hektar seolah dibiarkan. 

"Itulah yang selalu saya bilang, hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jadi harapan kami Gubernur baru memerintahkan instansi terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini. Terutama bagi cukong-cukong yang masuk ke Riau, kelebihan HGU perusahaan, itu harus segera ditindak," katanya.

Seperti diketahui, Hengki Siahaan yang disebut-sebut Orang Tak Dikenal (OTK) perambah hutan di Desa Segati, mengaku trauma atas suara ledakan senjata api saat tim gabungan DLHK Riau turun ke lokasi. Barang bukti yang disita aparat, juga tidak dilengkapi administrasi, dan yang disita juga bukan barang bukti melainkan material bangunan.

Disisi lain, dua alat berat jenis eksavator yang digunakan PT Eka Sari Lorena untuk membersihkan ribuan hektar lahan di kawasan hutan desa Segati Pelalawan 4 Februari lalu dibiarkan tanpa tindakan. Alasannya, karena di lokasi tak satu orangpun yang ditemukan.

"Kalau kita lakukan upaya hukum seperti penyitaan, siapa yang bertanggungjawab. Di lokasi tak satupun orang termasuk operator kita temukan, ini yang menjadi dilema," ucap Kasat Polhut P. Tampubolon SH saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (fin)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
PUPR Riau Siapkan Tiga UPT Guna Atasi Bencana Longsor Selama Mudik Lebaran
DLHK Riau Masuk Angin, Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera akan Turunkan Tim
Jangan Anggap Enteng, Ini Sanksi Tak Lapor SPT Pajak!
PH Terdakwa Dirut PT. SSS Hadirkan Saksi Ahli
PT Lorena Bantah Terlibat Perambahan, Agus: Personil Polhut Terbatas

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad