Home  / Lingkungan
Jangan Sepelekan Bau Kaus Kaki, Berisiko Infeksi Paru-paru
Rabu, 19 Desember 2018 | 15:58:44
Photo : Pexels
Ilustrasi kaus kaki warna cokelat
VIVA - Meski menimbulkan aroma yang mengganggu, bau menyengat kaus kaki busuk kerap dianggap sepele. Umumnya orang tak ambil pusing karena tiada dampak serius yang ditimbulkannya. Akan tetapi, lain cerita dengan pria 37 tahun asal China berikut ini.

Peng, namanya. Ia punya kebiasaan aneh. Saban hari pulang kerja berjalan kaki, setelah sampai rumah, ia menghirup aroma kaus kaki kotornya, yang menurut laporan di Live Science, berbau.

Akibat kebiasaan nyeleneh itu, Peng dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan bahwa ia mengalami sakit dada, dengan diagnosis infeksi jamur di paru-parunya. Menurut dokter, infeksi itu diakibatkan oleh spora jamur yang dihirup dari kaus kaki Peng.

Pertanyaannya, mungkinkah menghirup bau kaus kaki kotor menyebabkan kita sakit?

Ditilik dari sudut padang sains dan kesehatan, Dr. William Schaffner, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Vanderbilt, memberi keterangan di laman Live Science, yang VIVA lansir pada 19 Desember 2018.

Menurutnya, secara teknis bisa saja orang sakit akibat menghirup kaus kaki bau. Namun, sangat jarang terjadi. "Ini menarik, jika kasus itu benar," kata Schaffner.

Sayangnya, pada kasus Peng, tidak disebutkan keterangan lebih rinci dalam berita lokal, seperti jenis jamur apa yang menginfeksi.

"Secara biologis, ada kemungkinan bagi seseorang untuk terkena infeksi paru-paru dengan menghirup spora jamur yang telah banyak terbentuk di kaus kaki," katanya.

Misalnya pada penjelajah gua, bisa mengalami risiko infeksi yang disebut histoplasmosis. Infeksi ini disebabkan menghirup spora jamur yang dapat ditemukan di kotoran kelelawar.

Ada pula infeksi karena menghirup spora jamur coccidioides - yang ditemukan di wilayah barat daya Amerika Serikat.

"Kita tidak hidup di dunia yang steril, kita dikelilingi oleh bakteri dan jamur sepanjang waktu," kata Schaffner. Meski begitu tidak serta-merta membuat tubuh kita pasti sakit.

Pada kasus Peng, dikatakan Schaffner, kesalahannya adalah meletakkan sumber jamur berbahaya (kaus kaki) tepat ke hidung dan menghirupnya dalam dosis yang sangat besar dan berulang. Itulah yang membuatnya lebih rentan untuk benar-benar mengembangkan penyakit.

Kemungkinan lain juga bisa saja turut andil, yaitu daya tahan tubuh Peng rendah sehingga rentan terhadap infeksi tersebut.

Saran Schaffner, dalam situasi apa pun, seseorang harus mencuci kaus kaki lebih sering atau menggantinya, dan menghindari dipakai berulang hingga tujuh kali. 


(viva.co.id)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Pernikahan Bocah ‘Bau Kencur’ Jadi Viral, Alasannya Agar Tidak Kabur dari Rumah
Tiga Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Tubuh
Soal Siap Cium Kaki Prabowo Jika Menang Pilpres, Ini Kata Luhut
Sekda Meranti Buka Turnamen Bola Kuala Merbau Cup 2018
Sopir Mengantuk, Mobil Innova Seruduk 2 Pejalan Kaki dan Pedagang Kaki Lima

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad