Home  / Khazanah
Sudah Miliki Nama Besar, 5 Pesepakbola Bintang Ini Putuskan Jadi Mualaf
Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:15:34
(Foto: Twitter/@paulpogba)
Pogba (ketiga dari kanan) putuskan menjadi mualaf pada 2012.
SEJUMLAH pesepakbola muslim eksis di persepakbolaan Eropa, seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Karim Benzema, Ousmane Dembele dan banyak lagi. Ternyata, sejumlah pesepakbola muslim yang mentas di Eropa, tidak sedari lahir memeluk agama Islam.

Ada sejumlah pesepakbola muslim yang baru memutuskan menjadi mualaf ketika sudah memiliki karier cemerlang di sepakbola. Bahkan selepas memutuskan menjadi mualaf, karier pemain-pemain ini cenderung meningkat. Siapa saja?

Berikut 5 pesepakbola bintang yang putuskan jadi mualaf:

5. Eric Abidal


Eric Abidal memutuskan menjadi mualaf tak lama setelah menikahi perempuan asal Aljazair, Heyet Kebir, pada 2007. Namun, Abidal menolak disebut menjadi mualaf karena sang istri.

Setelah menjadi mualaf, gelar demi gelar dimenangkan Abidal bersama sang klub, Barcelona. Ketika bergabung bersama Barcelona pada 2007, Blaugrana –julukan Barcelona– gagal memenangkan satu pun trofi. Namun, dari 2008 sampai 2013, Barcelona yang dibela Eric Abidal kebanjiran trofi.

Tercatat dalam periode tersebut, Barcelona memenangkan 15 trofi. Hal itu termasuk raihan enam gelar dalam setahun yang disabet Barcelona pada 2009. Abidal pun tak hanya numpang lewat saat itu, melainkan menjadi fullback kiri maupun bek tengah andalan Barcelona.

4. Cristian Gonzales


Cristian Gonzales menjadi mualaf pada 9 Oktober 2003. Ia memutuskan menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Indonesia, Eva Nurida Siregar. Semenjak menjadi mualaf, Cristian Gonzales memiliki nama Islam yakni Mustafa Habibi.

Semenjak memeluk agama Islam, karier penyerang kelahiran Uruguay ini meningkat pesat. Tercatat setelahnya, Cristian Gonzales tiga kali menjadi top skor Liga Indonesia, tepatnya pada 2005, 2006 dan 2007-2008.

Bahkan pada 2006, gol tunggal Cristian Gonzales di partai puncak, membantu Persik Kediri menang 1-0 atas PSIS Semarang. Berkat kemenangan itu, Persik Kediri dinobatkan sebagai juara Liga Indonesia 2006.

Tidak sampai di situ, Cristian Gonzales kemudian juga dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia dan membela skuad Garuda pada 2010. Berkat bantuan Cristian Gonzales, Timnas Indonesia finis runner-up di Piala AFF 2010.

3. Paul Pogba


Paul Pogba pernah memenangkan trofi Piala Dunia, Liga Italia, Liga Eropa dan banyak lagi. Bahkan pada 2016, gelandang 27 tahun itu tercatat sebagai pemain termahal dunia saat diboyong Manchester United dari Juventus seharga 89 juta pounds atau sekira Rp1,71 triliun.

II Polpo –julukan Pogba– memutuskan menjadi mualaf pada medio 2012, atau di masa-masa awal membela Juventus. Ia mengaku menjadi mualaf karena merasa tenang semenjak memeluk agama Islam.

"Bagi saya, Islam benar-benar agama yang membuka pikiran dan itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Saya menghormati apa pun agama Anda, apa pun warna kulitnya, dan hal-hal lainnya. Itulah Islam, penghormatan terhadap kemanusiaan dan segalanya," kata Pogba dalam wawancara di LifeTime podcast.

2. Emmanuel Adebayor

Adebayor memutuskan menjadi mualaf pada 2015, atau ketika dirinya berusia 31 tahun. Saat itu, Adebayor memilih menjadi mualaf setelah ia mengalami masalah di dalam keluarganya.

Setelah memeluk agama Islam, mantan bomber Arsenal itu mengaku hidupnya menjadi tenang. Karena itu tak heran, setelah memutuskan menjadi mualaf, Adebayor memilih melanjutkan karier di Liga Turki, yang mana mayoritas warganya beragama Islam.

1. Markus Horison

Siapa tidak kenal Markus Horison? Ia merupakan kiper andalan Timnas Indonesia dalam kurun 2007-2012. Ia bahkan tampil impresif di pertandingan Indonesia vs Korea Selatan pada Fase Grup Piala Asia 2007. Sayangnya, aksi impresif Markus belum membantu Indonesia, yang mana skuad Garuda tumbang 0-1.

Sebelum tampil di Piala Asia 2007, Markus memutuskan berpindah agama dan memeluk Islam pada 2004. Ketika itu, Markus yang baru berusia 25 tahun mendapatkan hidayah dari Allah SWT hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

Dalam sebuah wawancara, Markus pun menyatakan bahwa keputusannya menjadi mualaf benar-benar murni keinginannya. Dia tak mendapat paksaan dari pihak mana pun untuk melakukan hal tersebut.

"Saya memutuskan untuk masuk Islam, tanpa ada paksaan dari siapapun. Jadi, ini benar-benar keinginan saya sendiri," tutur Markus.

Keputusan Markus untuk berpindah agama juga diikuti dengan perubahan pada namanya. Dari awalnya bernama Markus Horison, ia memiliki nama baru yang lebih bernuansa Islami, yakni Muhammad Haris Maulana.

(sumber: okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Izinkan Kompetisi Sepak Bola, Kapolri Ingatkan Komitmen Penegakan Prokes
Legenda: Hanya Klopp yang Layak Ganti Loew di Jerman
Loew Usai Jerman Dibantai Spanyol: Ini Hari yang Kelam
Portugal Menang 7-0, Ronaldo Cetak Gol ke-102
Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama Yayasan YP2M Bagikan Sepatu Bola Kepada Pemuda Papua

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter