Home  / Khazanah
Senin dan Kamis Waktu Dihadapkannya Amalan, Maka Berpuasalah
Minggu, 12 Juli 2020 | 20:54:02
(Foto: Freepik)
Ilustrasi puasa.
PUASA sunah Senin dan Kamis adalah ibadah yang memiliki keutamaan besar. Amalan ini juga tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Dalam sebuah riwayat, Usamah bin Zaid berkata:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ أَىُّ يَوْمَيْنِ . قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, `Wahai Rasulullah, Engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.` Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bertanya, `Apa dua hari tersebut?` Usamah menjawab, `Senin dan Kamis.` Lalu Beliau bersabda, `Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (kepada Allah Subhanahu wa ta`ala). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa`." (HR An Nasai Nomor 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

"Para ulama menganjurkan agar puasa tiap Senin dan Kamis, jadi ini baik untuk dilakukan," ungkap Ketua Umum Wadah Silaturahim Khatib Indonesia (WASATHI) Ustadz Fauzan Amin kepada Okezone belum lama ini.

Ia mengatakan, selain puasa, amalan sunah lainnya yakni memperbanyak sedekah bisa dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Ini juga sangatlah dianjurkan. Sehingga para malaikat senantiasa mencatat amal baik umat Islam yang mau melaksanakan ibadah tersebut.

"Karena pada hari inilah amalan manusia diajukan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan maksud agar dalam setiap laporan pertanggungjawaban amal manusia kepada Allah selalu diakhiri kebaikan, atau husnul khatimah," terangnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya: "Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumuah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan." (HR Muslim)

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Besok Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah, Begini Bacaan Niat dan Keutamaannya
Niat Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah Jelang Idul Adha 2020
7 Manfaat Melaksanakan Puasa Senin-Kamis
Mengapa Puasa Dilarang saat Idul Fitri dan Idul Adha?
Dokter Non-Muslim Ini Sudah 20 Tahun Ikut Puasa Ramadan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter