Home  / Khazanah
Suami-Istri Ini Jadi Pelopor Penyedia Makanan Halal di Kanada
Kamis, 25 Juni 2020 | 01:31:32
(Foto: Istimewa)
Ilustrasi makanan halal.
MENGHADIRKAN makanan halal untuk keluarga Muslim di negara-negara barat merupakan suatu tantangan besar, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Namun situasi berbeda terjadi di Distrik Fredericton, Kanada.

Di sana dapat ditemukan makanan-makanan halal. Hal ini dipelopori Muslim pasangan suami-istri Asad Khan dan Sadia. Menyediakan penganan halal sudah mereka lakukan sejak pindah ke ibu kota Provinsi New Brunswick di Atlantik Kanada.

"Entah bagaimana kami berjuang mendapatkan makanan halal," kata Asad Khan kepada Telegraph Journal, dikutip dari About Islam, Kamis (25/6/2020).

Alih-alih menjadi masalah, mereka justru melihatnya sebagai peluang bisnis. Pasangan asal Pakistan ini meluncurkan bisnis makanan halal yang disebut Simply Fresh.

Ketika menyiapkan makanan halal buatan sendiri, mereka juga berhasil membangun jaringan pembeli hasil komentar dari banyak orang dan promosi di media sosial.

Setelah sukses menjalani bisnis makanan halal, mereka sekarang meluncurkan layanan belanja halal secara daring yang diharapkan akan berkembang di luar Distrik Fredericton, di seluruh New Brunswick, atau bahkan lebih jauh lagi.

"Ini bukan hanya tentang komunitas Muslim," kata Asad, "Kami memanfaatkan komunitas Asia."

Pasangan ini berharap bisnisnya dapat lebih berkembang pada masa depan hingga bisa membuka lowongan pekerjaan bagi warga lokal dan memberi sumbangan ke komunitas di Fredericton.

"Saya ingin menjadi bagian dari komunitas bisnis ini," ungkap Asad.

Bagi Nichola Taylor, mualaf Muslim Inggris yang tinggal di Fredericton bersama keluarga, menemukan alternatif makanan halal merupakan tantangan tersendiri.


"Tidak ada berbagai pilihan makanan halal di Fredericton. Kami memiliki satu petani lokal yang menawarkan daging halal dan pilihan terbatas di beberapa supermarket besar," katanya kepada About Islam.

Oleh karena itu, Nichola Taylor menganggap bisnis makanan halal dari keluarga Asad Khan sebagai jalan keluar di sana.

"Jadi ini adalah tambahan selamat datang dan menambahkan lebih banyak variasi untuk Muslim yang tinggal di Fredericton. Saya belum memesan apa pun dari mereka secara pribadi, tetapi akan berusaha melakukannya di masa mendatang," tambah Taylor.


Istilah halal umumnya digunakan untuk daging, tetapi juga berlaku untuk produk makanan lain, misalnya kosmetik, produk perawatan pribadi, dan obat-obatan yang tidak boleh berasal dari sumber non-halal seperti daging babi.

Halal juga berlaku untuk bahan-bahan lain yang dikonsumsi dan dimakan yang tidak boleh membahayakan kesehatan manusia. Contohnya, Islam menganggap anggur, minuman beralkohol, rokok, E-cigs, shisha, dan sejenisnya tidaklah sehat.

Menurut Fredericton Islamic Association (FIA), ada lebih dari 50 keluarga Muslim di sana dan sekitarnya. Ada juga rata-rata populasi sementara sekira 300400 siswa Muslim. 

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Aktor TV India Sameer Sharma Tewas Gantung Diri
Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Bantu Warga Panen Padi di Tapal Batas
Banding Kandas, Perusahaan Pembakar Hutan di Jambi Dihukum Rp 590 M
Henna Bukan Hanya untuk Kecantikan, Rasulullah Menjadikannya Obat
Penembakan di Tangerang, Korban Bersimbah Darah Kena Peluru di Leher

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter