Home  / Khazanah
Rizieq Bicara soal Social Distancing dan Masjid karena Corona
Rabu, 25 Maret 2020 | 14:10:18
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Pimpinan FPI Rizieq Shihab mengajak untuk melakukan social distancing saat wabah Corona.
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyebut kebijakan menutup masjid untuk menangkal penyebaran Virus Corona tak berarti meninggalkan masjid seutuhnya.

"Tutup masjid bukan berarti tinggalkan masjid," ucapnya, dalam amanat IB HRS dari Makkah yang dibenarkan oleh Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif, lewat pesan singkat, Rabu (25/3).

Indikasi masjid tak ditinggalkan itu, kata dia, pertama, setiap hari petugas marbot masjid tetap menjaga kebersihan dan ketertiban masjid serta memastikan masjid tertutup untuk umum agar tidak kumpul banyak jamaah atau massa.

"Sehingga tetap terlaksana social distancing sesuai petunjuk medis," imbuhnya.

Kedua, setiap hari petugas muadzin masjid tetap mengumandangkan adzan lima waktu salat seperti biasa, tanpa ada perubahan apapun.

"Kecuali usai adzan langsung ditambah seruan Ash-Sholaatu Fii Buyuutikum, artinya salat lah di rumah-rumah kalian, agar tetap terlaksana work from home, termasuk beribadah di rumah," tuturnya.

Ketiga, setiap hari petugas imam masjid tetap mendirikan salat lima waktu berjamaah dengan qunut nazilah bersama marbot dan muadzin tanpa ajak jamaah lain, dengan tetap jaga social distancing.

Keempat, setiap hari para pengurus masjid tetap memonitor masjid untuk memastikan bahwa tugas imam, merbot, muadzin berjalan dengan baik, serta menyiapkan pengganti jika ada yang berhalangan, sehingga fardu kifayah.

"Salat berjamaah tetap tegak dan kemakmuran masjid tetap terlaksana," ujar dia.

Setiap hari pengurus masjid, imam, marbot, dan muadzin secara bergiliran dijadwalkan yang bagus agar tidak mengganggu ketenangan, boleh gunakan toa masjid untuk pengumuman terkait pencegahan wabah Corona dan memperdengarkan masyarakat bacaan Al-Quran, zikir dan selawat.

"Insyaallah dengan demikian Allah SWT akan menurunkan berkah dan mengangkat wabah," tutup dia.

Sebelumnya, MUI mengeluarkan fatwa untuk tidak menggelar salat jumat di wilayah wabah Corona dan menganjurkan beribadah dari rumah.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo meminta masyarakat tak mengindahkan seruan untuk beribadah dari rumah itu. Dalihnya, demi memakmurkan masjid.

Gerakan yang sama muncul di video-video di media sosial yang menampilkan pencabutan baliho seruan penutupan masjid dan beribadah dari rumah.


(CNNIndonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Babinsa Koramil 06/SH Kodim 0313/KPR Komunikasi Sosial Putuskan Mata Rantai Virus Cobid 19
Personel Satgas RDB Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Kepada Masyarakat Lubichako Kongo
Satgas Konga XXXIX-B Terapkan Social Distancing dan Physical Distancing di Daerah Misi
Satgas Yonif 411 Kostrad Bersama Lintas Sektoral Sota Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Perbatasan
Koramil 15/Kuala Kampar Kodim 0313/Kpr Sosialisasi Karhutla di Daerah Terpencil

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad