Home  / Khazanah
Tak Cuma Hubungan Seks, Ini 5 Hal yang Mengharuskan Anda Mandi Wajib
Senin, 24 Februari 2020 | 05:40:13
(Foto: theidleman)
Ini 6 hal yang mengharuskan Anda mandi wajib
BERSUCI dari hadas besar dan kecil merupakan hal yang paling penting sebelum melakukan ibadah. Untuk mensucikan hadas besar tidak cukup hanya dengan berwudhu, namun harus disucikan dengan mandi wajib.

Mandi wajib atau mandi junub, merupakan hal yang harus diperhatikan supaya ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia. Maka dari itu, Ada beberapa hal yang mengharuskan seseorang mandi wajib seperti :

1. Hubungan seksual

Yang dimaksud dengan hubungan seksual adalah apabila ujung kemaluan laki - laki (khasyafah) dimasukan ke kemaluan perempuan (Farji) maka itu sudah diwajibkan mandi wajib. Meskipun itu tidak keluar sperma atau memakai kondom, tetap diwajibkan mandi junub.

Hal ini merupakan ajaran Rasulullah SAW melalui sabda beliau yang artinya : "Bila seorang lelaki duduk diantara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (wanita) maka sungguh wajib mandi meskipun ia tidak mengeluarkan mani," (HR Muslim).

2. Keluarnya mani

Selain bercampurnya dua kemaluan, keluarnya air mani juga menjadi penyebab seseorang laki - laki harus mandi wajib. Baik keluar yang tidak di sengaja, seperti mimpi basah, ataupun yang disengaja seperti onani atau bersetubuh.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya "Artinya, "Dari Abu Sa'id Al-Khudri Ra. Ia berkata, Rasulullah Saw.bersabda, 'Air itu karena air (wajibnya mandi karena keluarnya air mani),'" (HR Muslim).

Ada tiga cairan yang bisa keluar dari kemaluan lelaki, Mani Wadi, Madzi, namun Wadi dan Madzi bisa disucikan cukup dengan berwudhu. Berbeda dengan mani, yang mengharuskan mandi. Menurut ustadz Rizki, Pengajar Pondok Pesantren Modern Nurul Hijrah, air mani atau sperma ketika keluar berwarna putih, serta mengeluarkan bau seperti tepung roti, namun ketika kering baunya seperti telur. Cara bersucinya harus dengan mandi junub.

"Ketika seseorang keluar air mani, maka diwajibkan untuk melakukan mandi wajib atau mandi besar," Ujarnya

3. Haid

Seorang wanita juga diwajibkan untuk mandi besar jika telah melewati masa haid. Hal tersebut merupakan perintah Allah SWT melalui firmannya pada surat Al Baqarah ayat 222 yang artinya : "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu," (Q.S Al Baqarah : 222)

Himbauan untuk mandi wajib itu diperkuat dengan pernyataan Fatimah binti Abi Jaisy ketika bertanya pada Rasulullah. Beliau, Fatimah binti Abi Jaisy berkata, "Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah shalat. Bila ia telah pergi maka mandi dan shalatlah," (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

4. Nifas

Nifas merupakan darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah prosesi melahirkan. "Sama seperti haid, wanita yang pada masa nifas juga wajib melakukan mandi (besar) ketika darah nya berhenti keluar. Cuman ketika nifas harus nunggu 24 jam terlebih dahulu." Ujar ustadz Riski.


Yang harus dipahami adalah, ketika seseorang sedang dalam keadaan haid atau nifas tidak diperbolehkan atau tidak sah jika melakukan wudhu dan mandi wajib, jika darahnya masih keluar. Karena tujuan dari berwudhu dan mandi adalah untuk bersuci, sedangkan darah yang keluat itu merupakan salah satu penyebab hadas.

5. Bersalin

Dalam kitab Safinatun Najah, bersalin merupakan hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi. Melahirkan dalam keadaan normal, meskipun itu masih berupa segumpal darah atau daging tetap mengharuskan untuk mandi wajib. Akan tetapi terdapat perbedaan pendapat, ketika seseorang menjalani prosesi persalinan dengan menggunakan bedah sesar. Ada yang mewajibkan mandi, ada juga yang tidak.

6. Meninggal dunia

Seseorang yang meninggal dunia juga wajib dimandikan. Kecuali ketika seseorang meninggal dalam keadaan sahid dan janin yang keguguran atau bayi aborsi yang belum tampak bentuk sebagai manusia. "Orang yang meninggal wajib dimandikan, Alasannya sebab seseorang yang sudah meninggal tidak bisa mandi sendiri. Kecuali orang yang mati sahid, tidak wajib dimandikan, karena darahnya bisa menjadi saksi di akhirat, darahnya nanti bersaksi, bahwasannya dia berjuang di jalan Allah." Pungkasnya

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Panglima TNI: Para Santri Harus Selalu Menjaga Protokol Kesehatan
Terapkan New Normal, Masuk Kecamatan Siak Wajib Gunakan Masker
Dibuka Kembali, Pengunjung Agrowisata Sigaran Harus Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
Sekdaprov Sebut Pembelajaran Perguruan Tinggi di Masa Covid-19 Wajib Daring
Kemenkeu Tebar Insentif ke 355 Ribu Wajib Pajak

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter