Home  / Khazanah
NU di Maulid: Jangan Sejajarkan Nabi Muhammad dengan Sukarno
Jumat, 22 November 2019 | 04:14:36
(Foto: Dok. Istimewa)
Ilustrasi
JAKARTA - Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH. Agoes Ali Masyhuri berpesan untuk umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk tidak mensejajarkan Nabi Muhammad SAW dengan pemimpin-pemimpin dunia.

Pembandingan Muhammad SAW dan Sukarno jadi perhatian publik setelah disampaikan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Perbandingan itu pun memicu protes dari sejumlah kelompok Islam. Bahkan MUI mengadakan rapat khusus membahas pernyataan itu.

"Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan pemimpin-pemimpin revolusioner dunia. Rasulullah jangan Anda sejajarkan dengan Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Marconi, Mao Zedong, Mahatma Gandhi, dan Sukarno. Karena Rasulullah SAW, telah diabadikan oleh Alquran," kata Ali saat mengisi tausyiah pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11).

Pernyataan Ali itu pun disambut gemuruh jemaah. Para warga Nahdliyin acara tersebut seraya melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ali mengatakan hanya Muhammad SAW yang bisa menjadi pemimpin yang berjaya semasa hidup dan setelah meninggal dunia. Hal itu, kata Ali, telah diabadikan dalam kitab suci Alquran.

Dia juga mengingatkan Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang mendapat pujian dari Allah SWT. Mengutip Surat Al-Qalam ayat 4, Ali menyebut Allah memuji Muhammad sebagai sosok yang berbudi pekerti luhur.

"Tidak ada bahasa, tidak ada gubahan sastra, tidak ada bentuk syair dan susunan kata yamg bisa dibuat untuk menggambarkan tentang keagungan dan kebesaran beliau Rasulullah SAW secara pas dan klop, saking agungnya beliau Rasulullah SAW," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah potongan video yang menampilkan Sukmawati dalam forum bersama pemuda viral di media sosial. Dalam video itu, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan. Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media. Sukmawati disebut membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," kata Sukmawati melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11). 

(cnnindonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Operasi Cipta Kondisi, Polsek Tenayan Raya Sita Puluhan Botol Miras
Darmawan Prasodjo Wadirut PLN, Ada Campur Tangan Luhut?
Andi Arief Diancam Henry Yosodiningrat: Saya Tunggu
Lima Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka Setinggi 60 cm hingga 80 cm
Dear PNS, Sri Mulyani Rilis Aturan Perjalanan Dinas Baru Nih

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad