Home  / Khazanah
Kisah Mualaf, Makanan Halal Antarkan Pria Jepang Masuk Islam
Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:19:14
(Foto: Muslim Guide)
Makanan halal Jepang
Umat Islam diwajibkan makan makanan halal. Mereka juga dilarang menyantap makanan haram. Hanya makanan dan minuman halal yang diperbolehkan.

Seorang pria Jepang, Kazushige Kobayashi menceritakan kisahnya menjadi seorang mualaf. Pada awalnya ia hanya tertarik dengan konsep makanan halal dan minuman halal. Lalu ia mencari tahu dan menemukan hubungan antara makanan dan minuman halal dengan kesehatan tubuh.

Akhirnya dia mencoba berbagai makanan halal di Jepang dan ternyata menyukainya. "Ini ada aplikasi makanan dan minuman halal berbahasa Jepang," kata Kobayashi.

Ia menunjukkan aplikasi halal gourmet Japan. "Shinjuku Gyoeb Ramen Ouke makanan halal milik pengusaha Muslim Jepang," terangnya.


Seperti dilansir NU Online, Kobayashi mengaku mulai tertarik pada Islam karena konsep makanan dan minuman halal tersebut. Akhirnya makanan halal mengantarkannya membaca kalimat syahadat di Gedung PBNU, Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia membaca dua kalimat syahadat dibimbing Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Ia mengaku tak ada paksaan dari siapa pun atas niatnya menjadi mualaf.

Kiai Said usai menuntun Kobayashi mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu menambahkan Abdullah untuk nama depannya. Kini ia bernama Abdullah Kazushige Kobayashi.

Kiai Said menjelaskan, Islam adalah agama damai dan mengajarkan kedamaian. Agama selamat dan menyelamatkan.

"Orang itu adalah orang yang saya selamat dan orang lain selamat, orang Islam menyelamatkan lingkungannya, menyelamatkan sekitarnya. Kalau ada orang Islam yang membuat orang lain ketakutan, itu bukan orang Islam," tegasnya.

Islam berasal dari kata salamatun, artinya selamat dan menyelamatkan atau Islam berasal dari kata taslim, artinya menyerahkan diri kepada Allah secara total.

"Islam itu membawa misi membawa perdamaian dan penyerahan diri secara total kepada Tuhan," pungkas Kiai Said.

Kobayashi merupakan pria kelahiran 1984 di Distrik Shizuoka, Jepang. Keluarganya mengetahui ia akan memeluk agama Islam dan mereka mengizinkan.


(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Kemenag Tegaskan Tetap Berwenang Terbitkan Sertifikasi Halal
Makanan Ringan yang Ramah untuk Penderita Diabetes
Polri Bakal Periksa Stafsus Ma’ruf soal Dugaan Pemerasan
Sejarah Menarik di Balik Terciptanya Pulau Kucing di Jepang
Perusahaan Jepang Siap Manfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Pembangkit

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad