Home  / Khazanah
Melihat Pelayanan Transportasi Haji 2019
Bus Shalawat, Gratis Antar Jamaah Shalat 5 Waktu ke Masjidil Haram
Jumat, 19 Juli 2019 | 19:41:00
Foto: Antara
Salah satu persoalan penting dari pelayanan pelaksanaan haji setiap tahunnya adalah masalah transportasi para jamaah selama di tanah suci. Dan alhamdulillah, untuk tahun ini masalah transportasi tersebut sudah semakin baik.

Berikut laporan Eka Putra Nazir dari Makkah Al-Mukarramah.

Bus Shalawat namanya. Ia merupakan singkatan dari Shalat Lima Waktu. Dari namanya, Bus Shalawat diperuntukkan memang membantu jamaah yg hendak shalat lima waktu ke Masjidil Haram. Bus ini mengangkut jamaah dari hotel pemondokan menuju masjid dan sebaliknya selama 24 jam. 

Dan yang penting pelayanan ini tidak dipungut bayaran alias gratis. Dan jamaah pun tidak perlu lagi menyewa taksi seperti musim haji tahun-tahun sebelumnya.

Pada musim haji 1440H/2019M kali ini, pemerintah Indonesia telah menyiapkan sebanyak 450 unit bus yang akan melayani sembilan rute dan 56 titik perhentian. Bus tersebut dikonsentrasikan pada tiga terminal, yakni Syib Amir, Bab Ali dan Jiad. Setiap rute diberi nomor stiker masing-masing, sehingga memudahkan jamaah untuk mencari kendaraan angkut mereka. Nomor rute menyesuaikan kebijakan pemerintah Arab Saudi bidang transportasi.

Kesembilan rute tersebut adalah:
1. Jamarat - Mahbas Jin - Bab Ali (bus dengan nomor stiker 4)
2. Syisyah - Syib Amir (nomor stiker 5)
3. Syisyah Raudhah - Syib Amir (nomor stiker 6)
4. Syisyah 1 - Syib Amir (nomor stiker 7)
5. Syisyah 2 - Syib Amir (nomor stiker  8)
6. Raudhah - Syib Amir (nomor stiker 9)
7. Jarwal - Syib Amir (nomor stiker 10)
8. Misfalah - Jiad (nomor stiker 11)
9. Rea Bakhsy- Jiad (nomor stiker 12)

Terminal yg paling banyak menampung jamaah Indonesia ada di Terminal Syib Amir sekitar 124.000 jamaah. Kemudian Terminal Jiad 51 orang, dan Terminal Bab Ali  41.000.

Bus 7 untuk JCH Riau

Bagaimana dengan bus untuk melayani jamaah Riau. Karena hotel pemondokan Riau terletak di kawasan Syisyah, tepatnya Syisyah 1, maka Riau kebagian rute bus nomor stiker 7. Ada sembilan unit bus yang beroperasi yg melayani 20 titik jemput.

Dari amatan saya di lapangan, sistem transportasi haji tahun ini sangat baik. Tidak ada penumpukan penumpang, karena bus selalu datang tepat waktu setiap 30 menit sekali. Jarak antara hotel JCH Riau dengan Masjidil Haram sekitar 5 kilometer. Diperlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan.

Pelayanan petugas transportasi juga bagus. Mereka begitu ramah terhadap jamaah, dan menyediakan diri untuk melayani segala keperluan dan pertanyaan menyangkut transportasi. Para petugas ini adalah mahasiswa Indonesia yg kuliah di Arab Saudi dan negara sekitarnya, yang sudah pengalaman. Dengan demikian mereka sudah familiar dengan Kota Makkah. Tugas mereka disamping berkordinasi dengan para supir bus, juga mencatat waktu kedatangan setiap bus di semua titik jemput.

Yang menarik lainnya dari transportasi ini adalah tentang keselamatan barang-barang jamaah yang tertinggal di bus atau halte. Dari amatan penulis, para petugas berkewajiban menyelamatkan barang-barang tersebut di halte masing-masing. Setiap hari selalu saja ada barang yang tertinggal seperti tas kecil atau bungkusan bawaan lainnya.

Apabila lebih dari dua hari tidak dijemput maka barang tersebut dapat diambil di posko transportasi pada setiap terminal. Apabila belum diambil juga maka petugas akan mengirimkan barang tsb ke hotel pemondokan sesuai dengan nomor kloter dan nomor rombongan. Tapi dengan catatan dalam tas atau barang itu tertulis nama dan identitas kloter jamaah. *

Makkah, 19 Juli 2019.

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubri Sambut Kepulangan 443 Jemaah Haji Riau
Jamaah Haji Riau Tiba Di EHA Tanggal 19 Mendatang
Menag Lepas Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 JKS ke Tanah Air
Alur Kepulangan Jemaah Haji dari Mekah ke Tanah Air
187 Jemaah Haji Sakit Akan Dipulangkan Lebih Cepat

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad