Home  / Khazanah
Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Adab dan Doa yang Wajib Dipanjatkan
Jumat, 3 Mei 2019 | 08:24:13
(Foto: Dok.Okezone)
Ziarah Kubur
MENYAMBUT Ramadan, umat Muslim biasanya berbondong-bondong ke makam untuk pergi ziarah. Bagaimana hukumnya yang mesti Anda ketahui?

Pada dasarnya, ziarah kubur dilakukan untuk mendo'akan saudara-saudara seiman yang telah meninggal dunia. Larena tidak ada sesuatupun yang mereka nantikan kecuali do'a-do'a kerabatnya yang masih hidup.

Ustadz Fauzan Amin menjelaskan, ziarah kubur biasanya dilakukan untuk mengingatkan kita akan kematiaan. Karena semua manusia akan mati, maka harus memepersiapkan bekal selama masih hidup.

Allah berfirman:

كل نفس ذائقة الموت

Tiap jiwa akan mengalami kematian. (Ali Imron 185)

Rasulullah ﷺ bersabda dalam haditsnya:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

"(Dulu) Aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat." (HR. Ibnu Majah)

"Ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja sesempatnya, akan tetapi mayoritas orang muslim melakukannya pada malam atau Hari Jumat," ucap Ustadz Fauzan Amin, saat dihubungi Okezone, Kamis (2/5/2019).

Lalu bagaimana hukum ziarah kubur yang harus dipatuhi?

Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi menjelaskan dalam _At-Tajrid li Naf'il 'Abid ala Syarhil Manhaj_.

فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس، وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة

"Informasi, roh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, roh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di Hari Kamis hingga fajar menyingsing di Hari Sabtu. Banyak orang melazimkan ziarah kubur pada Hari Jum'at dan waktu Ashar di hari Kamis. Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada Hari Sabtu lebih karena sempitnya Hari Jum'at oleh berbagai amaliyah fadhilah Jum'at sementara mereka jauh dari kota Madinah".

(okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Gubri Syamsuar Hadiri Tradisi Raya Enam di Bangkinang
Desa Pedekik Sebagai Objek Wisata Kampung Colok
Panglima TNI: Mudik Lebaran Sebuah Tradisi Tahunan Yang Unik
Kuburan Massal Gempa Palu Dipadati Peziarah Jelang Ramadan
Warga Aceh Temukan Kuburan Massal di Area Pembangunan Perumahan

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad