Home  / Kesehatan
Hasil Penelitian Ungkap Penyintas Covid-19 Miliki Kekebalan Selama 5 Bulan
Rabu, 20 Januari 2021 | 22:34:34
Ilustrasi covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)
SEBUAH penelitian di Inggris mengungkap fakta penyintas covid-19 memiliki kekebalan terhadap wabah penyakit ini setidaknya selama 5 bulan. Tetapi meskipun memiliki antibodi, mereka masih mungkin membawa dan menyebarkan virus.

Para ilmuwan di Public Health England (PHE) menemukan bahwa infeksi ulang pada orang yang memiliki antibodi covid-19 dari infeksi sebelumnya jarang terjadi. Hanya ditemukan 44 kasus di antara 6.614 orang yang sebelumnya terinfeksi virus corona dalam penelitian tersebut. 

Dirangkum dari Times Now News, Rabu (20/1/2021), namun para ahli memperingatkan bahwa dari hasil temuan ini berarti orang yang tertular penyakit pada gelombang pertama pandemi pada bulan-bulan awal 2020 sekarang rentan tertular lagi.

Mereka juga memperingatkan bahwa orang dengan kekebalan alami yang didapat melalui infeksi masih dapat membawa virus corona jenis baru di hidung atau tenggorokan mereka. Tanpa disadari ini dapat menularkannya.

"Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang. Tetapi ini tidak total dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan," kata Susan Hopkins, penasihat medis senior di PHE dan co-leader studi ini, yang temuannya dipublikasikan pada hari Kamis lalu.

"Ini berarti bahkan jika Anda yakin sudah mengidap penyakit dan terlindungi, Anda dapat diyakinkan bahwa sangat kecil kemungkinannya akan mengembangkan infeksi parah. Tetapi, masih ada risiko dapat terinfeksi dan menularkannya ke orang lain," lanjutnya.

Sebuah pernyataan dalam studi tersebut mengatakan temuannya tidak membahas antibodi atau tanggapan kekebalan lainnya terhadap vaksin yang sekarang sedang diluncurkan untuk melawan covid-19, atau tentang seberapa efektif vaksin itu. Tanggapan vaksin akan dipertimbangkan akhir tahun ini.

Penelitian, yang dikenal sebagai studi SIREN, melibatkan puluhan ribu petugas kesehatan di Inggris yang telah dites secara teratur sejak Juni untuk mengetahui infeksi baru covid-19 serta keberadaan antibodi.

Antara 18 Juni dan 24 November para ilmuwan mendeteksi 44 potensi infeksi ulang, dua kemungkinan dan 42 mungkin dari 6.614 peserta yang dites positif antibodi. Ini mewakili tingkat perlindungan 83 persen dari infeksi ulang.

Para peneliti berencana terus mengikuti dan menilai para peserta untuk melihat apakah kekebalan alami ini bisa bertahan lebih dari 5 bulan di beberapa tempat. Tetapi mereka memperingatkan bahwa bukti awal dari tahap penelitian berikutnya sudah menunjukkan beberapa orang dengan kekebalan masih dapat membawa virus tingkat tinggi dan menularkannya ke orang lain.

"Karena itu, sangat penting bagi setiap orang untuk terus mengikuti aturan dan tetap di rumah, bahkan jika mereka sebelumnya pernah terjangkit covid-19," jelas penelitian tersebut.

(sumber: okezone.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Penelitian Baru Menunjukkan COVID-19 Bisa Merusak Mata
KPK Peringatkan Mereka yang Coba Hilangkan Dokumen Kasus Korupsi Bansos Covid-19
Pertama Kali Terjadi, Kucing di Seoul Positif COVID-19
Vaksinasi COVID-19 bagi Pekerja Publik akan Dimulai 17 Februari 2021
Lansia Hingga Petugas Pelayanan Publik Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Dua

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter