Home  / Kesehatan
Viral Dokter 77 Tahun di Jakarta Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac
Senin, 18 Januari 2021 | 17:51:29
(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac
JAKARTA - Seorang dokter 77 tahun di Jakarta mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 Sinovac beberapa hari lalu. Sontak hal ini menjadi perbincangan warganet mengingat selama ini vaksin Sinovac dianjurkan untuk umur 18 hingga 59 tahun.

Informasi mengenai dokter 77 tahun, yang diketahui adalah Profesor Dr Suwandhi Widjaja SpPD PhD, disuntik vaksin COVID-19 disampaikan epidemiolog Pandu Riono di akun Twitter pribadinya, @drpriono1.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini juga membagikan video ketika Profesor Suwandhi Widjaja disuntik vaksin Sinovac di Rumah Sakit Medistra. Dalam 24 jam terakhir, sudah 11 ribu orang melihat video tersebut.

Dihubungi Health Liputan6.com, Pandu mendapatkan informasi Suwandhi disuntik vaksin COVID-19 Sinovac lewat pesan chat grup. Pandu juga sempat kontak secara langsung dengan Suwandhi pada Minggu, 17 Januari 2021 dan tadi pagi.

"Saya kontak-kontakan, kemarin kontak, tadi pagi juga kontak. Beliau menyampaikan kondisinya, 'Sehat, terima kasih sudah perhatian. Maaf tadi lagi periksa pasien banyak sekali'," kata Pandu, Senin (18/1/2021).

Sempat menanyakan proses penyuntikan, Suwandhi bercerita bahwa tidak ada masalah. Usai disuntik vaksin COVID-19 Sinovac, Suwandhi hanya merasa mengantuk. Dan hari ini, dia sudah kembali sibuk melayani banyak pasien.

Secara pribadi, Pandu menyampaikan salut atas keberanian dokter Suwandhi disuntik vaksin COVID-19 Sinovac. 

"Saya mendukung keberanian dokter Suwandhi," kata Pandu.

Tenaga Kesehatan Lansia = Risiko Ganda Terpapar COVID-19

Menurut Pandu, tenaga kesehatan (nakes) terlebih lansia seharusnya prioritas dilindungi dengan vaksin COVID-19, bukan hanya yang muda-muda. Terlebih bagi tenaga kesehatan yang sudah lansia mereka memiliki risiko ganda, yakni sudah tenaga kesehatan yang membantu kesehatan masyarakat dan juga lanjut usia.

Di aspek lain, tenaga kesehatan yang sudah di atas 59 memiliki ilmu tinggi yang perlu diturunkan ke tenaga kesehatan muda lainnya.

"Banyak sekali nakes di atas umur 59, dan mereka itu profesor dan guru besar. Ilmu-ilmu mereka levelnya sudah tinggi. Kalau mereka cepat meninggal ilmunya belum diturunkan semua. Apa kita mau punya dokter yang enggak sempat mendapatkan ilmu dari guru-guru kita," tekan Pandu.

(selengkapnya klik liputan6.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.riaueditor.com
BERITA TERKAIT:
Plh Sekdaprov Riau Pimpin Rapat Telaah Dua Tahun Kepemimpinan Kepala Daerah
20.000 Vaksin Sinovac Untuk Riau Tiba di Pekanbaru
Awali Tahun 2021, Polsek Kerumutan Kembali Gencar Lakukan Patroli C3
Ada Apa Saja Di Tahun 2020? Yuk Intip Balik
Polsek Kuala Kampar Amankan Ibadah Tahun Baru di dua Gereja Diwilayahnya

Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU
Karirpad
free web site hit counter